Senin, 04/03/2024 04:58 WIB

Selfie Berburu Burung Cenderawasih Dikecam Netizen

Akun Facebook Feronica Natalia Saman dikecam aktivis lingkungan dan pemerhati hewan karena postingannya memburu dan menjual burung langka khas Papua, Cenderawasih

Jayapura - Pemilik akun Facebook, Feronika Natalia Saman mendapat kecaman dari aktivis lingkungan dan para pecinta fauna Indonesia, gegaranya perempuan kuliah di Universitas Negeri Papua (Unipa) pada konsentrasi Teknik  Pertambangan ini mengunggah belasan foto burung Cenderawasih dan Kaka Tua yang diburu dan ditawarkan untuk dijual.

Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) Fredy Wanda di Kota Jayapura menyatakan  geram dengan tindakan akun Feronika itu.  "Dia (Feronica Natalia Saman) seharusnya menjaga apa yang menjadi kebanggaan bersama, bukan justru mempertontonkan hal yang dilarang undang-undang," katanya.

Fredy juga geram  geram dan menyesalkan tindakan oknum warga itu, sebab pemerintah sedang berupaya memproteksi keberadaan burung endemik itu, ternyata masih ada sekelompok masyarakat yang berburu dan menjual secara online.

"Wanita itu punya beberapa akun FB dan di dalamnya ditawarkan burung Cenderawasih yang masih hidup seharga Rp5 juta, sementara yang sudah diawetkan Rp3 juta. Ini harus ditindak tegas, jangan dibiarkan," kata Fredy Wanda dilansir ant.

Penelusuran Jurnas.com, kecaman juga ditayangkan akun Facebook ProFauna Indonesia. Lembaga ini menuliskan,  baru saja mendapat laporan dari masyarakat tentang akun FB `Feronica Natalia Saman` yang memposting foto hasil buruan burung cendrawasih.

Dalam akun tersebut, tulis ProFauna, yang bersangkutan adalah mahasiswa UNIPA. "Ini sangat disayangkan, dia begitu bangga memamerkan satwa hasil buruan. Berburu satwa jika itu dilindungi adalah perbuatan melangar hukum, ini tindakan pidana yang melanggar UU no 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati," ujarnya.

"SEBAR LUASKAN info ini agar pelaku sadar dan aparat penegak hukum bisa segera memprosesnya. PROFAUNA juga akan menindaklanjuti di lapangan info ini," tulis ProFauna.

Foto-foto kecaman itu sempat dihapusnya oleh Feronika, namun komentar masih terbaca. Feronika hanya menjelaskan, "yang jelas saya serahkan sama Tuhan aja yang sebenarnya. saya hnya numpang foto aja tpi publik punya pendapat lain. Mungkin ini rencana Tuhan agar saya mengerti sblum update hrus fikir panjang," tulis Feronika merespon komentar Facebook.

Akun Facebook Andinee Padkeemo berkomentar, "Saya sedih liat sis yg asli dari tanah papua tapi tega membunuh mascot daerah sendiri.. tidak adakah dalam hatimu kebanggan akan hewan yg dilindungi itu? Tidak adakah ke khawatiran akan musnahnya species langka itu? Tsk...tsk....bok ya kalau mau cari duit itu dengan cara lain...," tulisnya.

Dalam akun FB bernama Feronica Natalia Saman yang mencantumkan sejumlah identitas dirinya bahwa pernah berkuliah di Universitas Papua dan pernah sekolah di Palembang, Sumatera itu, terpampang sejumlah foto burung Cenderawasih yang sudah diawetkan dan siap dijual. Feronica juga menawarkan kepada pengguna medsos bahwa burung surga itu dijual.

Intro dalam Facebooknya tertulis;
KEYWORD :

Hewan Dilindungi Pemburu Cenderawasih




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :