Sabtu, 23/10/2021 05:58 WIB

Pendapatan Pariwisata Palestina Anjlok Sejak Pandemi Covid

Pendapatan pariwisata Palestina dikabarkan terus mengalami penurunan karena pandemi virus corona. Diperkirakan ada kerugian $1,5 miliar tahun lalu.

Jakarta, Jurnas.com - Pendapatan pariwisata Palestina dikabarkan terus mengalami penurunan karena pandemi virus corona. Diperkirakan ada kerugian $1,5 miliar tahun lalu.

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) dan Kementerian Pariwisata dan Purbakala, dampak pandemi pada industri pariwisata sangat besar dengan penutupan wajib yang diberlakukan pada hotel, operator tur, lokasi wisata, fasilitas, dan restoran. 

"Lebih dari 30.000 pekerja dalam industri telah terpengaruh secara langsung," bunyi laporan tersebut seperti dikutip Middlleasst, Selasa (28/09).

Laporan itu menambahkan, jumlah tamu hotel selama paruh pertama tahun 2021 di Tepi Barat adalah 58.765, di antaranya lebih dari 77 persen adalah warga Palestina Israel; 22,5 persen adalah penduduk lokal dan pengunjung, tetapi hanya 0,3 persen adalah pengunjung dari luar negeri. 

"Tidak ada tamu hotel yang tercatat di Betlehem selama periode ini, menjadikannya lokasi yang paling terpengaruh secara nasional," tambahnya.

Namun, lokasi wisata di Tepi Barat yang diduduki mengalami sedikit peningkatan jumlah pengunjung lokal, yaitu 880.000. 

"Ini merupakan peningkatan 48 persen selama paruh pertama tahun 2021, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

Selain itu, Kegubernuran Jericho dan Al-Aghwar menyaksikan rekor peningkatan tamu hotel sebesar 72 persen selama tahun 2021 sejauh ini. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlahnya tidak melebihi tujuh persen dari total jumlah tamu hotel di Tepi Barat.

Sektor pariwisata, terutama wisata religi, selalu penting bagi perekonomian Palestina dan telah menarik investasi besar. Itu memberikan kontribusi penting bagi PDB Palestina tetapi telah terpukul sangat keras oleh pandemi.

TAGS : Sektor Pariwisata Pendapatan Palestina Pandemi Covid




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :