Minggu, 17/10/2021 23:55 WIB

Alasan Syaiful Huda Minta Menteri Nadiem Tunda Pengumuman Seleksi PPPK Guru 2021

Guru honorer kita yang mencapai setengah juta ini menunggu perbaikan dan revisi hasil seleksi pertama PPPK guru. Kita minta dipertimbangkan pengumuman hasil seleksi tahap I PPPK ini untuk ditunda, tidak diumumkan pada tanggal 24 September yang akan datang.

Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Syaiful Huda. (Foto: Dok. Parlementaria)

Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menunda pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021.

Ketua Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengatakan, masih banyak permasalahan teknis dalam seleksi PPPK guru 2021 yang dinilai merugikan banyak peserta guru. 

"Guru honorer kita yang mencapai setengah juta ini menunggu perbaikan dan revisi hasil seleksi pertama PPPK guru. Kita minta dipertimbangkan pengumuman hasil seleksi tahap I PPPK ini untuk ditunda, tidak diumumkan pada tanggal 24 September yang akan datang," kata dia dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Kemendikbudristek di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (23/9).

Legislator PKB ini mengaku mendapat banyak aspirasi dari forum guru mengenai seleksi PPPK. Secara teknis di lapangan, seleksi PPPK guru 2021 justru menyulitkan para guru dan dinilai tidak berpihak pada guru honorer yang telah lama mengabdi.

Menurutnya proses seleksi PPPK pada pekan lalu banyak prosedur yang belum jelas sehingga menimbulkan simpang siur informasi di kalangan peserta guru. 

Dalam catatannya, forum guru mengkritik jadwal dan perlengkapan untuk mengikuti PPPK yang tidak jelas dan berubah-ubah, di samping juga ada perlakuan berbeda pada peserta seleksi PPPK guru.

"Ada perbedaan perlakuan pada peserta ujian karena kebijakan yang belum konsisten," kata Syaiful.

Kemudian soal yang diujikan dalam seleksi PPPK guru 2021 juga dinilai terlalu sulit dan jauh berbeda dengan kisi-kisi soal yang diberikan oleh Kemendikbud. Saiful juga menyinggung rasio tingkat kesulitan soal dan jumlah soal 100 butir yang harus diselesaikan dalam waktu 120 menit.

"Terutama untuk soal mengenai pendekatan penalaran, model soal ini belum familiar terutama peserta ujian guru tertentu," ucapnya.

Lebih lanjut, permasalahan seleksi PPPK guru 2021 lainnya adalah rentang nilai atau passing grade yang ditetapkan dinilai terlalu tinggi dan tidak memperhatikan aspek peserta ujian.

Mayoritas peserta ujian merupakan guru dan tenaga honorer K2 yang sudah lansia dan mengabdi selama berpuluh tahun, sehingga bakal kesulitan mengikuti seleksi PPPK di samping mesti mengejar nilai passing grade yang tinggi.

"Berdasarkan deskripsi permasalahan seleksi 1 juta PPPK tahap pertama tersebut, komisi X DPR RI ingin mendapat penjelasan terkait hasil seleksi PPPK tahap pertama secara komprehensif dari Menteri Nadiem," kata Syaiful.

Sebelumnya, seleksi PPPK guru 2021 mendapat banyak kritik dari forum guru. Selain masalah dalam pelaksanaan, forum guru menyinggung masalah passing grade yang dinilai terlalu tinggi, hingga tambahan nilai afirmasi PPPK yang rendah.

Pelaksanaan seleksi kompetensi I PPPK guru dilaksanakan pada 13-17 September 2021. Bila sesuai jadwal, maka hasil seleksi pertama PPPK guru bakal diumumkan pada Jumat (24/9) esok.

TAGS : Warta DPR Ketua DPR Syaiful Huda Guru Honorer PPPK Mendikbudristek Nadiem Makarim




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :