Selasa, 26/10/2021 09:39 WIB

Begini Cara MSIG Indonesia Dukung Pendidikan Anak SD Saat Pandemi

Fakta tersebut menjadi pertimbangan mendasar bagi MSIG Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan pelestarian keanekaragaman hayati yang tidak hanya edukatif

MSIG Indonesia

Jakarta, Jurnas.com - MSIG Indonesia menyelenggarakan virtual seremoni penyerahan donasi berupa 6.000 buah (1.500 set buku) edukasi protokol kesehatan COVID-19 pada anak kepada 12 sekolah di Paliyan, Yogyakarta, sebagai persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka pada wilayah tersebut.

Selain penyerahan donasi pendidikan tersebut, acara ini sekaligus menjadi penutupan rangkaian penyelenggaraan kompetisi menggambar tingkat sekolah dasar yang merupakan implementasi dari edukasi pelestarian keanekaragaman hayati yang dilaksanakan oleh MSIG Indonesia sejak bulan Agustus 2021 yang lalu.

Sebelumnya, MSIG Indonesia telah menyerahkan sejumlah 225 paket edukasi pelestarian keaneakaragaman hayati yang terdiri dari buku ensiklopedia pelestarian keanekaragaman hayati ‘Bumi Kita’ yang diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer-Gramedia, pensil warna, buku gambar, stiker edukatif, kertas lipat dan alat tulis, yang diharapkan menjadi sumber edukasi bagi para siswa di wilayah tersebut untuk melatih kreativitas sekaligus membangun pemahaman pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar sejak dini.

Takashi Ogita, Direktur MSIG Indonesia menyampaikan harapannya pada seremoni virtual yang dilaksanakan pagi ini, “Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata MSIG Indonesia untuk berperan dalam penanggulangan COVID-19 dan pengembangan pendidikan di wilayah Paliyan, Yogyakarta, yang sejalan dengan misi kami untuk menciptakan masyarakat yang dinamis dan turut serta menjaga masa depan bumi”, ungkapnya.

Selain itu, Takashi Ogita menambahkan bahwa, kondisi pandemi COVID-19 yang berlangsung selama 2 tahun terakhir telah memberikan dampak signifikan secara material maupun non material, tidak hanya kepada orang dewasa namun juga anak-anak.

Oleh karena itu MSIG Indonesia meyakini bahwa keberhasilan Proyek Pemulihan dan Pelestarian Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan, tidak hanya ditinjau dari sisi kuantitas lingkungan hidup yang berhasil direstorasi namun juga harus seiring dengan pemulihan kualitas sumber daya manusia di sekitarnya, sehingga siap untuk menghadapi tantangan pasca COVID-19.

Ke-12 sekolah dasar yang menerima donasi pendidikan dan melibatkan siswanya dalam kompetisi menggambar antara lain MI Yappi Banjaran, SD Muhammadiyah Karangduwet, SDN Paliyan I, SDN Paliyan II, SDN Paliyan IV, SDN Paliyan V, SDN Trowono I, SDN Karang Asem yang berlokasi di kecamatan Paliyan serta MI Yappi Karang, SDN Kepek I, SDN Kepek II dan SDN Jetis I di kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pandemi COVID-19 mengharuskan para orang tua dan tenaga pendidikan untuk mampu menemukan solusi kegiatan edukatif yang aman dan membangun bagi anak-anak di rumah. Namun, keterbatasan akses internet dan sumber pendidikan di luar sekolah yang dialami sejumlah besar anak-anak dari kategori kurang mampu di Indonesia menjadi kendala besar dalam dunia pendidikan nasional.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkap masih ada 12.000 sekolah yang tak memiliki akses internet di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T), serta 48.000 sekolah dengan jaringan internet yang buruk di penjuru daerah.

Fakta tersebut menjadi pertimbangan mendasar bagi MSIG Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan pelestarian keanekaragaman hayati yang tidak hanya edukatif namun juga merangsang kreativitas siswa sekolah dasar.

Kegiatan kreatif seperti menggambar, melukis, mewarnai, melipat-menempel dan lain sebagainya, menjadi sarana ampuh yang bisa menstimulasi perkembangan otak kiri anak sekaligus menjadi sarana hiburan bagi anak-anak yang tidak bisa bermain keluar rumah selama masa pandemi.

Selain itu, buku-buku edukasi keanekaragaman hayati yang kami pilih dalam kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sumber pengetahuan yang menarik bagi siswa, sehingga melatih minat baca siswa sejak dini.

TAGS : Virus Corona MSIG Indonesia Pendidikan Indonesia Sekolah Dasar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :