Selasa, 19/10/2021 08:51 WIB

Nilai Ekspor Pertanian Tembus US$ 0,34 Miliar di Agustus 2021

Kenaikan ekspor pertanian terjadi karena adanya kenaikan tinggi ekspor komoditas kopi sebesar 30,55 persen, kemudian buah-buahan tahunan tumbuh 70,03 persen, dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh sebesar 33,76 persen.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo di sela pelepasan ekspor perdana cabai kering asal Sulawesi Selatan sebanyak 21 ton ke Pakistan, Minggu, 22 November 2020. (Foto: Kementan/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporakan, nilai ekspor pertanian Indonesia pada Agustus 2021 (MtoM) mengalami pertumbuhan positif, yakni 17, 89 persen atau tercatat mencapai US$ 0,34 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan, kenaikan ekspor pertanian terjadi karena adanya kenaikan tinggi ekspor komoditas kopi sebesar 30,55 persen, kemudian buah-buahan tahunan tumbuh 70,03 persen, dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh sebesar 33,76 persen.

"Artinya kopi buah-buahan dan tanaman hasil hutan bukan kayu secara MtoM tumbuhnya cukup menjanjikan," ujar Margo dalam rilis resmi BPS yang disiarkan melalui streaming, Rabu (15/9)

Margo menambahkan, ekspor pertanian yang dihitung secara kumulatif juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, dimana eskpor selama Januari-Agustus 2021 mencapai 2,58 miliar dollar atau meningkat tajam sebesar 7,52 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

"Kalau dilihat secara kumulatif ekspor kita naiknya cukup siginifikan. Disisi lain komoditas kepalapa sawit yang tergabung dalam industri pengolahan tumbuh positif, yakni sebesar 68,98 persen baik itu secara MtoM maupun YonY," katanya.

Secara keseluruhan, lanjut Margo, sumbangan ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Agustus 2021 mencapai 94,45 persen, dimana sektor pertanian menyumbang 1,82 persen. "Selanjutnya ada Industri, tambang dan migas," katanya.

Kenaikan ini sejalan dengan aktivitas ekspor produk pertanian dalam kegiatan Merdeka Ekspor 2021, yang diinisasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Presiden Republik Indonesia (Presiden RI) Joko Widodo pada 14 Agustus lalu di 17 pintu bandara dan pelabuhan Indonesia dan menghasilkan devisa negara kurang lebih sebesar Rp 7,2 triliun.

 

Terakhir, Margo menyampaikan adanya kenaikan upah buruh tani yang cukup siginifikan pada Agustus 2021.  Kenaikan buruh tani mencapai Rp 56.902 atau naik 0,13 persen. Sedangkan secara ril mengalami kenaikan sebesar Rp52.750 atau naik 0,18 persen.

"Kenaikan juga terjadi pada upah buruh bangunan, dimana upah nominalnya mencapai 0,05 persen dan upah ril mencapai 0,02 persen," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa pemerintah terus menguatkan komitmenya dalam menjaga kenaikan ekspor melalui program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) ataupun dalam bentuk konsilidasi Merdeka Ekspor.

"Karena itu kami jaga terus peningkatan produksi nasional, baik itu komoditas pangan, peternakan, hortikultura maupun perkebunan untuk mengamankan kebutuhan dalam negeri dan yang memiliki potensi ekspor. Penting bagi pemerintah mengutamakan ketersediaan 11 kebutuhan pokok untuk dalam negeri dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani, melalui peluang pasar baru (ekspor)," tutupnya.

TAGS : Ekspor Pertanian Agustus Kementerian Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :