Senin, 04/03/2024 05:15 WIB

Krisis Myanmar

Negara Aung San Su Kyi Diserang Bom Rakitan

Ledakan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah dua warga sipil tewas dalam bentrokan di wilayah utara Myanmar yang berbatasan dengan China.

Bom rakitan meledak di supermarket di Myanmar (Foto: AFP)

Myanmar - Konflik dan kabar pembantaian etnis Rohingnya di Myanmar, terus bergolak di negara penerima nobel perdamaian, Aung San Su Kyi. Kemarin waktu setempat, tiga bom rakitan meledak di sebuah pasar swalayan di wilayah selatan Yangon, Myanmar sekitar pukul 17.20 waktu setempat.

Dilaporkan AFP,  tidak ada laporan korban terluka atau tewas. "Tidak ada yang terluka dalam akibat tiga ledakan kecil petang ini. Menurut penyelidikan awal, ledakan itu akibat bom buatan tangan," ujar Menteri Sosial Kawasan Myanmar, Naing Ngan Linn. Menurut Naing, kepolisian dan tentara masih terus melakukan penyelidikan.

Ledakan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah dua warga sipil tewas dalam bentrokan di wilayah utara Myanmar yang berbatasan dengan China. "Kami jantan. Kami bertarung dengan terbuka," ucap Phone Win Naing, juru bicara Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar.

Perselisihan ini menambah tantangan besar bagi pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, dalam mewujudkan harapan kesepakatan damai di seluruh pedalaman negaranya yang terus bergolak, termasuk di Rakhine. Selama satu bulan belakangan, bentrokan antara militer Myanmar dan etnis minoritas Muslim Rohingya kembali memanas.

Bentrokan bermula ketika pada 9 Oktober lalu terjadi serangan serempak di tiga daerah di Rakhine, menewaskan sembilan polisi. Bentrokan kemudian terus terjadi. Militer Myanmar menuding, etnis Rohingya menyerang mereka terlebih dulu. Operasi militer di Rakhine menewaskan 19 warga Rohingya.

KEYWORD :

Krisis Myanmar Aung San Su Kyi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :