Selasa, 29/12/2020 13:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Politisi Partai Gerindra, Novita Wijayanti angkat bicara terkait parodi lagu Indonesia Raya yang ditayangkan di channel You Tube My Asean.
Menurutnya, pemerintah harus tegas dan melakukan pengawalan terkait pengusutan kasus tersebut.
"Lagu Indonesia Raya adalah martabat bangsa yang tidak boleh dilecehkan oleh siapapun, dan tindakan itu sangat menyakitkan," tegas Novita kepada wartawan, Selasa (29/12).
Novita juga menyoroti kedekatan kedua negara, sebagai saudara serumpun. Kata dia, aik Indonesia maupun Malaysia harus dapat memastikan penghormatan terhadap simbol-simbol negara terjaga.
Anggaran 2026 Terbatas, Komisi V Minta Kemenhub Gandeng Investor Swasta
JCBC ke-17, Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Ekonomi-Perlindungan WNI
Komisi V Tekankan Pengawasan Intensif Pembangunan Sekolah Rakyat
"Tidak dibenarkan, bila ada oknum dari salah satu warga negaranya kemudian melecehkan martabat negara lain dengan alasan apapun, apalagi untuk mencari sensasi (viewers) konten media sosial," ucapnya.
Kendati demikian, Anggota Komisi V DPR ini menyambut baik respon pemerintah Malaysia melalui kedutaannya di Jakarta, yang akan menyelidiki dan menindak tegas pelaku penghinaan lagu Indonesia Raya.
"Pemerintah Malaysia harus memastikan pelaku pembuat video parodi yang melecehkan simbol Indonesia sebagai negara untuk ditangkap dan dihukum secara tegas," pungkas legislator dari Dapil Cilacap-Purwokerto itu.
Diberitakan sebelumnya, video lagu `Indonesia Raya` yang dibuat parodi. Video itu berjudul `Indonesia Raya Instrumental (Parody+Lyrics Video)`.
Video parodi itu awalnya diunggah oleh salah satu akun YouTube yang berlogo bendera Malaysia. Di video itu, terdapat ayam berlambang Pancasila dengan latar warna merah putih.