Pernah Nyebut Hitler, Presiden Duterte Minta Maaf

Senin, 03/10/2016 07:40 WIB

Manila - “Saya ingin meminta maaf yang mendalam pada komunitas Yahudi, tidak ada niatan saya, tapi masalahnya sebenarnya adalah, saya dikritisi menggunakan Hitler sebagai pembanding,” kata Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Itulah permintaan maafnya yang disiarkan televisi setempat kepada masyarakat Yahudi saat dia membandingkan dirinya dengan Adolf Hitler. Katanya Duterte lagi, dirinya tidak bermaksud menyerang masyarakat Yahudi, melainkan untuk menanggapi mereka yang mengkritisi langkahnya memerangi narkoba.

“Saya ingin menjelaskan bahwa tak ada niatan saya untuk menghina kenangan terbunuhnya 6 juta orang Yahudi,” ujar Duterte.

Sejak tindakan keras diterapkan pemerintahan Duterte terhadap bandar dan pecandu narkoba, sudah lebih dari 3100 orang yang tewas. “Saya akan dengan senang hati menumpas 3 juta pecandu dan pengedar narkoba di Filipina,” katanya.

Presiden Duterte sendiri sudah diberikan julukan “The Punisher” atas sikap tegasnya terhadap penjahat narkoba. Pada pidatonya yang kontroversial pada Jumat (30/9), Duterte mengatakan dirinya sudah digambarkan orang sebagai sepupunya Hitler.

TERKINI
Ini Kebiasaan yang Bisa Buat Rumah Kehilangan Keberkahan Janji Allah untuk Orang yang Sabar Ini Tiga Amalan yang Mengangkat Derajat Seorang Muslim Diperingati Setiap 30 Juli, Apa Itu Hari Snorkeling Sedunia?