China: AS Penggerak Militerisasi di Laut China Selatan

Kamis, 10/09/2020 07:50 WIB

Beijing, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan, Amerika Serikat (AS) secara langsung melakukan intervensi dalam sengketa wilayah dan maritim di China Selatan/" style="text-decoration:none;color:red;">Laut China Selatan karena kebutuhan politiknya sendiri.

Demikian kata Wang pada konferensi video dengan para menteri luar negeri anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Rabu (9/9).

"Itu (AS, Red) menjadi pendorong militerisasi terbesar di kawasan itu," kata Wang.

Meski demikian, Wang mengatakan, Negeri Tirai Bamu selalu bersedia untuk berkomunikasi dan berdialog dengan Negeri Paman Sam untuk mencapai kerja sama.

"Perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan strategis terbesar China di China Selatan/" style="text-decoration:none;color:red;">Laut China Selatan. Ini juga merupakan aspirasi strategis bersama China dan negara-negara ASEAN," kata dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs Kementerian Luar Neger China.

Bulan lalu, AS memasukkan 24 perusahaan China ke dalam daftar hitam dan menargetkan individu yang yang menjadi bagian dari konstruksi dan tindakan militer di China Selatan/" style="text-decoration:none;color:red;">Laut China Selatan, sanksi pertama semacam itu terhadap Beijing atas sengketa yang disengketakan. (Reuters)

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions