Pasukan Pimpinan AS Akhirnya Angkat Kaki dari Pangkalan Militer Irak

Minggu, 23/08/2020 20:30 WIB

Baghdad, Jurnas.com - Pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya angkat kaki dari pangkalan Taji di utara ibu kota Irak, Baghdad dan menyerahkannya kepada pasukan keamanan Irak.

Dilansir dari Press TV, penarikan itu terjadi pada Minggu (23/8) setelah beberapa serangan roket yang menargetkan pangkalan militer tersebut.

"Pergerakan personel militer koalisi adalah bagian dari rencana jarak jauh yang dikoordinasikan dengan pemerintah Irak," kata militer AS dalam sebuah pernyataan.

Pangkalan Taji menampung hingga 2.000 pasukan, yang sebagian besar sudah angkat kaki musim panas ini. Kemudian yang masih tersisah akan berangkat dalam beberapa hari mendatang setelah menyelesaikan penyerahan peralatan kepada pasukan keamanan Irak.

Militer AS lebih lanjut mengatakan bahwa penarikan ini merupakan transfer kedelapan kedelapan bagian asing dari pangkalan Irak kembali ke pasukan lokal.

Setelah lebih dari 17 tahun setelah invasi AS ke Irak, Presiden Donald Trump pada Kamis (20/8) mengatakan, AS pada akhirnya akan menarik semua pasukan AS dari negara yang dilanda konflik itu, meskipun tidak memberikan jadwal yang pasti.

"Pada titik tertentu, kami jelas akan pergi," kata Trump dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi. "Kami menantikan hari ketika kami tidak harus berada di sana," tambahnya.

AS sendiri memiliki sekitar 5.000 tentara di Irak dan pasukan sekutu koalisi menempatkan lebih dari 2.500 tentara. Tugas mereka termasuk dugaan operasi kontra-terorisme dan melatih pasukan keamanan Irak.

TERKINI
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran Tahun Ini, Alfamidi Bakal Bagikan Dividen Rp396 Miliar Lebih dari 9.500 Warga Palestina Dilaporkan Hilang Sejak 2023