Kamis, 04/06/2026 17:35 WIB
Gaza, Jurnas.com - Sebuah lembaga hak asasi manusia (HAM) menyatakan bahwa lebih dari 9.500 warga Palestina dilaporkan hilang di Jalur Gaza sejak dimulainya perang genosida oleh Israel pada Oktober 2023.
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbasis di Gaza, Al-Dameer Association for Human Rights, menyebutkan bahwa korban hilang tersebut mencakup sekitar 4.700 perempuan dan anak-anak.
Dalam laporannya, kelompok HAM tersebut menyatakan bahwa sekitar 8.100 orang diyakini masih terjebak di bawah tumpukan puing-puing bangunan yang hancur dalam skala besar.
Sementara itu, 250 warga Palestina lainnya hilang di dekat titik-titik distribusi bantuan, dan lebih dari 800 orang ditahan di pos-pos pemeriksaan militer Israel selama proses evakuasi dari wilayah utara ke selatan.
PBB Desak Israel Cabut Pembatasan Kamp Pengungsian di Tepi Barat
Serangan Terbaru Israel Tewaskan Lima Orang di Gaza
Warga Gaza Kembali Jalani Idul Adha Tanpa Sembelih Kurban
Laporan itu juga menambahkan bahwa nasib 350 orang yang menyeberang ke Israel pada 7 Oktober 2023 hingga kini masih belum diketahui.
"Ini merupakan salah satu krisis kemanusiaan paling kompleks dan menyakitkan yang diakibatkan oleh perang yang terus berlanjut," kata pihak Al-Dameer, seraya menegaskan bahwa penghilangan paksa merupakan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kelompok tersebut mendesak adanya intervensi internasional segera guna memaksa Israel membebaskan para tahanan Palestina dan mengembalikan jenazah korban, sekaligus membangun basis data genetik untuk proses identifikasi korban.
Sumber: Aljazeera
Keyword : Warga GazaGenosida GazaZionis Israel