Jum'at, 20/12/2019 11:20 WIB
Montreal, Jurnas.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau melarang Amerika Serikat (AS) untuk menandatangani perjanjian perdagangan dengan China, kecuali Beijing setuju membebaskan dua warga Kanada yang ditahan sejak tahun lalu.
Seperti diketahui, mantan diplomat Kanada Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor ditahan di China sejak mereka ditangkap pada 10 Desember 2018, karena dituduh melakukan spionase.
Kasus mereka dinilai sebagai pembalasan atas penangkapan kepala keuangan Huawei Meng Wanzhou di Vancouver sembilan hari sebelumnya. Meng dicari di Amerika Serikat dengan tuduhan terkait pelanggaran sanksi Iran.
"Kami memberi tahu mereka bahwa Amerika Serikat tidak boleh menandatangani kesepakatan final dan lengkap dengan China, yang tidak menyelesaikan masalah Meng Wanzhou dan dua warga Kanada," kata Trudeau.
Legislator Golkar: Perdamaian AS-Iran Dapat Perkuat Stabilitas Pasar Global
Pengamat: Data Strategis Indonesia Tak Boleh Lepas dari Kendali Negara
Wakil Presiden AS: Tidak Ada Bukti Iran Masih Tutup Selat Hormuz
Trudeau, yang telah dikritik oleh oposisi atas penanganannya terhadap kasus ini, juga mengatakan pemerintahannya telah bekerja "praktis setiap hari untuk mencoba dan membuat China memahami bahwa mereka harus membebaskan kedua orang Kanada ini."
Meng dibebaskan dengan jaminan beberapa hari setelah penangkapannya. Dia tinggal di rumahnya di Vancouver sambil menunggu sidang ekstradisi yang dijadwalkan dimulai 20 Januari.
"Apa pun tekanan yang mereka berikan pada kami, menangkap dua orang Kanada tidak akan mengubah keputusan Pengadilan British Columbia mengenai ekstradisi," tegas Trudeau sembari memperingatkan bahwa sistem peradilan Kanada tetap independen.
Keyword : Justin Tredeau Amerika Serikat Kanada China