Kamis, 24/10/2019 21:07 WIB
Teheran, Jurnas.com - Presiden Hassan Rouhani mengatakan, Amerika Serikat (AS) gagal merusak posisi Iran di dunia dan mengisolasinya. Ia menekankan bahwa dunia tahu betul bahwa rencana musuh tidak dapat membuat negara Iran bertekuk lutut.
Rouhani membuat pernyataan tesebut sebelum perjalanannya ke ibukota Azerbaijan, Baku, untuk menghadiri KTT ke-18 Gerakan Non-Blok (NAM) pada Kamis (24/10).
"Orang-orang Amerika sejak awal setelah mengisolasi Republik Islam Iran dan [menginginkan] negara itu ditinggalkan sendirian, tetapi atas rahmat Tuhan, posisi Iran di antara negara-negara dunia semakin menguat," kata Rouhani.
Rouhani menggambarkan Iran sebagai negara kunci dan berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan, tidak ada keraguan di dunia saat ini bahwa plot musuh khususnya sanksi ekonomi yang keras yang diberlakukan AS terhadap Republik Islam tidak dapat membuat Iran bertekuk lutut.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Ia lebih lanjut mencela Gedung Putih karena mengejar pendekatan sepihak terhadap negara lain dan mencampuri urusan dalam negeri mereka.
Mengomentari perjalanannya ke Baku, Rouhani mengatakan akan menyampaikan pidato selama KTT GNB dan mengadakan pertemuan bilateral dengan beberapa kepala negara yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.
Presiden Iran mengatakan akan mengadakan pertemuan bilateral dengan timpalannya Azeri Ilham Aliyev hari ini untuk membahas masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama, termasuk implementasi perjanjian Teheran-Baku.
Gerakan Non-Blok adalah sebuah forum dari 120 negara berkembang yang tidak secara resmi disejajarkan dengan atau melawan blok kekuatan utama. Setelah PBB, itu adalah pengelompokan negara-negara terbesar di dunia.
Keyword : Hassan RouhaniAmerika Serikat