Iran Serukan Lawan Intervensi Sewenang-sewenang Trump

Selasa, 18/06/2019 18:10 WIB

Teheran, Jurnas.com - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menyerukan perlawanan global terhadap intimidasi ilegal Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di seluruh dunia.

Demikian disampaikan sekretaris SNSC, Ali Shamkhani pada Pertemuan Internasional ke-10 Perwakilan Tinggi untuk Masalah Keamanan di kota Ufa Rusia, Selasa (18/6).

Shamkhani yang menganggap AS di bawah Presiden Trump sebagai negara penghasut perang terbesar dunia mengecam Paman Sam karena mengganggu stabilitas sistem keamanan internasional melalui unilateralisme dan sanksi ekstra-teritorial.

"Jika berbagai negara memutuskan menentang pemerasan dan penindasan AS yang ilegal, kita dapat membuat AS menyerah dan memberlakukan perilaku rasional dan bertanggung jawab dalam sistem internasional," tambahnya.

Pejabat tinggi keamanan Iran juga mengeluh karena AS tmenggunakan sistem moneter dan perbankan serta jaringan keuangan internasional sebagai senjata untuk agresi terhadap negara-negara independen.

"Tidak ada gelar selain terorisme ekonomi yang cocok dengan perilaku AS ini," katanya.

"Washington tidak hanya berupaya menggulingkan pemerintah dan negara yang tidak stabil, tetapi juga menjatuhkan sanksi sekunder pada semua negara berdasarkan agenda teror ekonomi," tambahnya.

Shamkhani lebih lanjut meminta negara-negara independen membuat mekanisme multilateral untuk memecah dominasi AS pada sistem moneter global.

Mengacu pada daftar hitam AS untuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), ia menekankan, pasukan elit adalah bagian dari Angkatan Bersenjata Iran dan memiliki catatan cemerlang dalam perang melawan terorisme.

Sebaliknya, ia menambahkan, Angkatan Darat AS dan badan-badan intelijen justru telah menjadi sponsor terbesar kelompok-kelompok teroris dalam beberapa dekade terakhir.

Pada April, Gedung Putih menjuluki Iran sebagai sponsor negara terorisme dan IRGC sebagai organisasi teroris asing. Ia mengatakan, pasukan IRGC secara aktif berpartisipasi dalam, membiayai, dan mempromosikan terorisme sebagai alat kenegaraan.

TERKINI
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen