Minggu, 02/06/2019 06:36 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Iran Hassan Rouhani memuji ketabahan bangsa Iran dalam pertempuran keras melawan Amerika Serikat selama setahun terakhir, dengan mengatakan sikap menentang tekanan Washington menyebabkannya mundur dari posisi sebelumnya dalam upaya menggulingkan pemerintah Iran.
"Selama berbulan-bulan, negara Iran mengalami masa-masa sulit melawan musuh yang mengandalkan ketabahannya yang memaksa musuh mundur selangkah demi selangkah," kata Rouhani dalam pidato kepada sekelompok atlet Iran di Teheran, dilansir PressTV.
Komentar itu muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan di Jepang bahwa pemerintahannya tidak mencari perubahan rezim di Iran.
Itu terjadi terlepas dari pernyataan Trump sebelumnya bahwa niat utamanya untuk memberlakukan serangkaian sanksi ilegal terhadap Iran adalah untuk memaksa negara itu tunduk pada tekanan AS.
Presiden Iran Bela Paus Leo XIV Usai Tuai Kritik Trump
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
Administrasi Trump menarik diri dari perjanjian internasional tentang aktivitas nuklir Iran tahun lalu, memberlakukan kembali sanksi terhadap negara yang telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan.
Rouhani mengatakan Iran pasti akan memenangkan pertempuran saat ini melawan Amerika Serikat dengan mengandalkan persatuan dan solidaritas rakyat.
"Jika kita menolak dengan harapan dalam perang dengan AS, kita akan menang," katanya, seraya menambahkan bahwa Washington, yang pernah berusaha untuk menghancurkan Republik Islam, sekarang mengatakan tidak ingin melakukan apa pun untuk merusaknya.
Di tempat lain dalam sambutannya, Rouhani menegaskan kembali posisi Iran dalam melanjutkan pembicaraan mengenai kasus nuklir, mengatakan Teheran tidak akan pernah menerima untuk diintimidasi ke dalam pembicaraan semacam itu.
"Kami mendukung logika dan negosiasi jika (pihak lain) duduk di meja negosiasi dan sepenuhnya menghormati dan mengikuti peraturan internasional, tidak jika mengeluarkan keputusan untuk bernegosiasi," katanya. "Dalam hal ini kami tidak akan membelinya" .