Jum'at, 01/03/2019 10:42 WIB
Manila, Jurnas.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menilai proposal denuklirisasi yang diajukan oleh Korea Utara (Korut) tidak jelas.
Selama pertemuan yang digelar di Hanoi, Vietnam, Pemimpin Korut Kim Jong Un tidak memberikan keterangan lengkap terkait persiapan pembongkaran fasilitas nuklir Yongbon.
“Mereka cukup ekspansif sehubungan dengan apa yang mereka siap lakukan di Yongbyon, tetapi masih belum ada kejelasan lengkap sehubungan dengan ruang lingkup penuh dari apa yang mereka siap tawarkan,” tegas Pompeo dilansir dari Reuters pada Jumat (1/3).
Selanjutnya, Pompeo menegaskan bahwa AS ingin kembali ke meja perundingan untuk melanjutkan pembicaraan tersebut.
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir
Uji Coba Rudal Jelajah, Kim Jong Un Saksikan dari Kapal Perusak
“Pada dasarnya Korut meminta penghapusan sanksi penuh,” ujar dia.
KTT kedua AS-Korut di Hanoi berakhir gagal. Trump mengatakan Korut menginginkan pencabutan sanksi penuh, sementara Kim melalui Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho ingin pencabutan sanksi sebagian, yakni terkait mata pencaharian masyarakat, bukan militer.
Ditambahkan, Ri mengatakan sebuah proposal realistis juga telah diajukan kepada AS untuk membongkar semua situs nuklir utamanya di Yongbyon.
Keyword : Korea UtaraAmerika SerikatDenuklirisasi