Bappenas: Kemristekdikti, Universitas Jangan Sumbang Pengangguran

Jum'at, 09/11/2018 08:01 WIB

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mewanti Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi terkait penyerapan tenaga kerja dari lulusan universitas.

Pasalnya, dalam laporan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal pekan lalu, dari total 7 juta pengangguran, persentase dari lulusan universitas meningkat, sebesar 5,18 persen pada Agustus 2017 menjadi 5,89 persen pada Agustus 2018.

“Kemristekdikti jangan sampai universitas ikut-ikutan menyumbang pengangguran,” kata Menteri Bambang dalam Forum Merdekat Barat (FMB) 9 di Kantor Bappenas, Kamis (8/11) kemarin.

Menurut Bambang, universitas dewasa ini seharusnya mulai mendidik calon sarjana dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja, alih-alih mencetak sarjana sebanyak-banyaknya.

Upaya ini guna mengurangi ketimpangan antara angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja, akibat keahlian (skill) yang dimiliki lulusan, tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Tren positif, lanjut Bambang, justru ditorehkan oleh pendidikan diploma. Dalam laporan BPS, pengangguran dari lulusan diploma cenderung menurun, yakni 6,88 persen pada 2017 menjadi 6,02 persen pada 2018.

“Diploma turun ini memang sesuai harapan. Karena pada dasarnya vokasi itu sesuai dengan kebutuhan kerja,” ujarnya.

TERKINI
Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen Rekomendasi Warna Rumah yang Cocok untuk Daerah Panas