Rabu, 10/10/2018 10:45 WIB
Jakarta - Otoritas Israel telah memperketat proses pemeriksaan terhadap buruh Palestina yang bekerja di pemukiman Barkan, di Tepi Barat yang diduduki.
Hal itu dipicu adanya dua warga Israel tewas dan seorang lainnya terluka dalam insiden penembakan di dalam zona industri dekat permukiman khusus Yahudi itu, yan tejadi Minggu lalu.
Para karyawan mengatakan bahwa mereka harus menjalani pemeriksaan selama berjam-jam sebelum memasuki pabrik-pabrik Israel yang berlokasi di sekitar pemukiman.
"Sebelum penembakan pada Minggu, kami diperbolehkan memasuki Barkan dalam 15 menit. Sekarang saya harus menunggu di pintu masuk zona industri selama satu setengah jam sebelum saya dapat mulai bekerja," tutur Muayed Amer, seorang buruh asal Palestina.
UNESCO Masukkan Kota Kuno Tyre Lebanon ke Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya
Yunani Bersiap Beli Sistem Pertahanan Udara dari Israel
Hizbullah Ancam Tutup Bandara Imbas Larangan Terbang Pesawat Iran
Setelah insiden pada Minggu, pelaku penembakan - mantan buruh Palestina dari kota Tulkarm, Tepi Barat - berhasil melarikan diri dan sekarang menjadi buronan polisi. (AA)