Rabu, 05/09/2018 09:15 WIB
Jakarta – Pemerintah terus berupaya menekan angka buta aksara di Indonesia. Menurut capaian 2017 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), penduduk buta aksara tinggal sekitar 2,07 persen atau 3.387.035, yang berusia 15-59 tahun.
Artinya, menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, sudah 97.93 persen penduduk Indonesia berhasil diaksarakan.
“Indonesia telah membuktikan keberhasilan dengan mencapai prestasi melebihi target Pendidikan untuk Semua (PUS) Dakar, 23 provinsi sudah berada di bawah angka nasional masyarakat buta aksaranya,” kata Harris pada Selasa (4/9) kemarin.
Angka buta aksara usia 15-59 tahun di lndonesia dilihat dari masing-masing provinsi, masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf di atas angka nasional. Sedangkan 23 provinsi Iainnya sudah berada di bawah angka nasional.
DPR Minta Pemerintah Segera Tindaklanjuti Putusan MK soal Pendanaan MBG
Putusan MK Perkuat Konstitusi, Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
Legislator PDIP: Putusan MK Momentum Benahi Tata Kelola Gizi Nasional
Ke-11 provinsi tersebut yaitu Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen), Kalimantan Barat (4,50 peren), Sulawesi Selatan (4,49 persen), Bali (3,57 persen), Jawa Timur (3,47 persen), Kalimantan Utara (2,90 persen), Sulawesi Tenggara (2,74 persen), dan Jawa Tengah (2,20 persen).
“Disini perlu peran pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara,” pesan Dirjen Harris.
Harris menepis anggapan rendahnya minat membaca di Indonesia sebagai faktor penyebab buta aksara. Kekurangan buku, sulitnya mengakses buku berkualitas, serta minimnya buku digital (e-book), menurut dia menjadi penyebabnya.
“Buku sangat jarang. Di kampung apalagi. Di Amerika itu buku ada di mana-mana,” tandas Harris.
Keyword : Pendidikan Buku Buta Aksara Kemdikbud