PBB Peringatkan Konflik Yaman Ancam Pelayaran Laut Merah-Perdagangan Global

Rabu, 16/09/2026 08:56 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan eskalasi konflik di Yaman dan kawasan sekitar Selat Bab el-Mandeb dapat semakin mengganggu jalur pelayaran internasional yang menjadi bagian penting dari perdagangan global.

Peringatan itu disampaikan ketika pertempuran di pesisir barat Yaman meningkat dan kelompok Houthi bergerak menuju kawasan strategis tersebut.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB Khaled Khiari menyampaikan peringatan itu dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa. Ia mengatakan Houthi mengklaim telah menguasai sejumlah pulau di bagian selatan Laut Merah di tengah meningkatnya pertempuran di sepanjang pesisir barat Yaman.

Sejauh ini, pelayaran komersial di Laut Merah disebut masih relatif tidak terdampak. Namun, menurut Khiari, perkembangan di Yaman semakin menambah kekhawatiran pasar di tengah gangguan yang masih berlangsung di Selat Hormuz.

Pemerintah Yaman kemudian melancarkan serangan balasan setelah kemajuan Houthi tersebut. Bentrokan dilaporkan terjadi di sejumlah garis depan pertempuran.

Eskalasi juga berdampak langsung terhadap warga sipil. Pejabat kemanusiaan PBB memperkirakan sedikitnya 125.000 orang telah mengungsi di berbagai wilayah Yaman sejak awal September. Kantor HAM PBB juga mencatat 40 korban sipil, termasuk delapan orang meninggal dunia.

Khiari mengatakan perempuan dan anak-anak mencakup separuh dari korban yang tewas dan lebih dari separuh korban yang terluka. Ia menyerukan kepada seluruh pihak untuk melindungi warga sipil, mematuhi hukum humaniter internasional, serta memastikan akses bantuan kemanusiaan dapat berlangsung.

Dampak konflik juga mulai meluas ke kawasan sekitar Yaman. Khiari menyoroti serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang disebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur energi Saudi.

Dalam rapat tersebut, perwakilan Yaman Abdullah Ali Fadhel Al-Saadi mengatakan eskalasi Houthi kini tidak lagi hanya menjadi persoalan domestik. Menurutnya, perkembangan tersebut telah menjadi ancaman terhadap keamanan kawasan, pasokan energi, dan perdagangan global.

Al-Saadi mendesak Dewan Keamanan PBB mengecam serangan Houthi, menerapkan langkah-langkah embargo senjata yang telah ada, serta mendukung pemerintah Yaman dalam memulihkan kendali atas wilayah, garis pantai, pelabuhan, dan perairan teritorialnya.

Ia juga memperingatkan ketidakstabilan di sekitar Selat Bab el-Mandeb dapat menciptakan kondisi yang mendukung perdagangan senjata, narkotika, dan manusia, termasuk kerja sama antara kelompok militan dan jaringan kriminal terorganisasi.

Sementara itu, Khiari menyerukan pengendalian diri dan kembali memperkuat keterlibatan politik yang dipimpin PBB. Ia menegaskan kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb harus dipulihkan serta dihormati sesuai hukum internasional.

Menurut Khiari, gangguan berkepanjangan terhadap perdagangan melalui jalur laut tersebut dapat meningkatkan biaya secara global. Kondisi itu juga berisiko memberikan tekanan terhadap pasar energi, ketahanan pangan, dan perekonomian yang rentan.

PBB karena itu menilai pencegahan agar konflik Yaman tidak semakin meluas ke persoalan keamanan regional dan internasional menjadi kebutuhan mendesak. Perkembangan di sekitar Bab el-Mandeb kini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan pelayaran dan kelancaran perdagangan internasional. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
PBB Peringatkan Konflik Yaman Ancam Pelayaran Laut Merah-Perdagangan Global Perang Iran Sudah Habiskan Rp600 T, AS Perkirakan Biaya Terus Bertambah Lima Amalan Sunah yang Dianjurkan pada Malam Jumat Jadwal Liga Champions Matchday Kedua: Duel Panas Atletico vs MU