Perang Iran Sudah Habiskan Rp600 T, AS Perkirakan Biaya Terus Bertambah

Rabu, 16/09/2026 07:58 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perang Amerika Serikat melawan Iran telah menelan biaya sekitar 38,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp600 triliun bagi Departemen Pertahanan AS hingga 1 Agustus 2026.

Kantor Anggaran Kongres AS atau Congressional Budget Office (CBO) memperkirakan biaya perang dapat bertambah 2 miliar hingga 3 miliar dolar AS setiap bulan selama konflik berlanjut.

Perkiraan tersebut disampaikan CBO dalam surat kepada anggota Komite Anggaran DPR AS Brendan Boyle pada Selasa (15/9).

Direktur CBO Phillip Swagel mengatakan biaya tersebut mencakup penggantian amunisi yang telah digunakan, peralatan yang hilang, peningkatan jam terbang, bahan bakar, serta berbagai operasi lain yang berkaitan dengan Operasi Epic Fury.

Operasi tersebut dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Dalam perkembangan berikutnya, Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah.

Dari total biaya yang dihitung CBO, penggantian amunisi menjadi komponen terbesar dengan nilai 21,7 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 13,1 miliar dolar AS digunakan untuk mengganti pencegat sistem pertahanan rudal.

Besarnya biaya perang juga bergantung pada intensitas permusuhan. CBO memperkirakan tambahan satu bulan konflik mencapai sekitar 2 miliar dolar AS jika tingkat pertempuran tetap serendah pada Mei dan Juni. Namun, biaya tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 3 miliar dolar AS per bulan apabila intensitasnya berada pada tingkat seperti Juli.

Perkiraan CBO tersebut sekitar 10 persen lebih rendah dibandingkan permintaan tambahan anggaran pemerintah AS sebesar 42,3 miliar dolar AS untuk biaya yang berkaitan langsung dengan perang.

Angka itu juga berbeda dengan perkiraan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Juli yang mencapai 37,5 miliar dolar AS hingga September.

CBO menjelaskan perbedaan angka tersebut antara lain disebabkan metode penghitungan yang berbeda serta belum lengkapnya data yang tersedia dari Pentagon.

Dampak perang tidak hanya tercermin dalam pengeluaran militer AS. Konflik tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak dan bahan bakar global akibat gangguan di Selat Hormuz, yang kemudian berkontribusi terhadap proyeksi inflasi dan suku bunga hingga 2027. (*)

SUmber: Anadolu

TERKINI
Perang Iran Sudah Habiskan Rp600 T, AS Perkirakan Biaya Terus Bertambah Lima Amalan Sunah yang Dianjurkan pada Malam Jumat Jadwal Liga Champions Matchday Kedua: Duel Panas Atletico vs MU Sejarah Peringatan Hari Orang Tua Bekerja Setiap 16 September dan Maknanya