Kamis, 02/01/2025 18:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hingga akhir Desember 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi sebesar 0,44%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, inflasi disebabkan peningkatan permintaan barang dan jasa menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Maka itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) secara keseluruhan tahun mencapai 1,57%, terendah sepanjang masa atau sejak Indonesia berdiri.
"Inflasi bulanan pada Desember 2024 lebih tinggi dibandingkan inflasi pada Desember 2023, tetapi tidak setinggi inflasi di Desember 2020-2022," kata Pudji di Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria
Program Revitalisasi Kemendikdasmen Beri Dampak Nyata di Magelang
Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi
Pudji menjelaskan inflasi tahun ke tahun tercatat 1,57% atau terjadi peningkatan IHK dari 105,15 pada Desember 2023 menjadi 106,80 pada Desember 2024.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,90 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,55 persen.
Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini adalah sigaret kretek mesin yang memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen, minyak goreng dengan andil 0,11 persen
Keyword : BPS Inflasi Indeks Harga Konsumen