Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut

Kamis, 04/06/2026 11:41 WIB

Brussels, Jurnas.com - Uni Eropa setuju melanjutkan proses keanggotaan Ukraina dan Moldova ke tahap selanjutnya. Sementara itu, sejumlah diplomat mengatakan Hungaria memberi sinyal akan mencabut veto sebelumnya terhadap Kyiv.

“Ini menandai tonggak penting dalam jalur integrasi Eropa mereka, dan mengirimkan pesan kuat tentang persatuan dan tekad Uni Eropa,” demikian keterangan resmi Siprus, yang memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa, dikutip dari AFP pada Kamis (4/6).

Uni Eropa secara resmi membuka proses keanggotaan Ukraina pada Juni 2024, memulai upaya rumit yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dan melibatkan negosiasi tentang berbagai hal, mulai dari pertanian hingga supremasi hukum. Namun, proses itu tertunda oleh veto mantan perdana menteri Hungaria Viktor Orban.

Tetapi, setelah penggulingan Orban pada April, perdana menteri baru Hungaria, Peter Magyar, menyatakan bahwa dia akan senang untuk melanjutkan proses aksesi Ukraina setelah masalah-masalah yang belum terselesaikan antara Budapest dan Kyiv rampung.

Terobosan terbaru terjadi ketika Magyar mengumumkan bahwa kesepakatan bersejarah telah tercapai dengan Ukraina mengenai hak-hak minoritas etnis Hungaria, isu yang telah lama memperumit hubungan antara kedua negara tetangga tersebut.

Duta Besar Hungaria, Magyar, mengatakan Budapest menginginkan Ukraina untuk mengubah rencana aksi minoritasnya, setelah itu Budapest akan menyetujui pembukaan klaster aksesi pertama dalam negosiasi keanggotaan UE Ukraina.

Namun, pada pertemuan para duta besar UE di Brussels pada Rabu malam, beberapa diplomat mengatakan Hungaria telah memberi sinyal bahwa mereka tidak akan lagi menghalangi pembukaan topik negosiasi.

"Ini akan memungkinkan negara-negara anggota untuk melanjutkan pekerjaan pembukaan klaster negosiasi pertama dengan Ukraina dan Moldova," tulis Magyar di X.

Magyar menggarisbawahi bahwa Hungaria tidak mendukung prosedur jalur cepat bagi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa. Dia juga mengatakan bahwa negara itu akan mengadakan referendum tentang keanggotaan Ukraina jika negara itu "berhasil menutup semua 33 bab aksesi dalam 10 hingga 15 tahun ke depan."

TERKINI
6 Fase Perjalanan Manusia Setelah Hari Kiamat Bunyi Piagam Jakarta Sebelum Diubah Menjadi Pancasila Rupiah Melemah, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi Pasar Modal Ketua Banggar: BGN Harus Benahi Tata Kelola Demi Keberhasilan MBG