Selasa, 22/09/2026 14:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) bersama para alumni pesantren menyelenggarakan kunjungan ke sejumlah lembaga dalam rangka Program Pemagangan Kerja dan Tenaga Profesional Luar Negeri pada Selasa (22/9/2026).
Ada tiga lembaga yang dikunjungi, yakni Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Republik Indonesia (KP2MI) di Jakarta, InJourney Airports Learning Center (IALC) di Tangerang, serta Pusat Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang di Depok.
Delegasi terdiri dari pengurus FPTP serta puluhan alumni pesantren. Di antaranya alumni dari Ponpes Islam Al Ittihad Malang, Ponpes Sabilunnajah Bojonegoro, Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Ihyaul Ulum Gresik, Ponpes Terpadu Al Yasini Pasuruan, Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ponpes Bidayatul Hidayah Mojokerto, Ponpes Babussalam Jombang, Ponpes Krempyang Nganjuk, Ponpes Al Imdad Yogyakarta, Ponpes Sunanul Aulia dan Ponpes Assobariyah, Ponpes Miftahus Sa`adah, Kota Sukabumi serta Ponpes Darul Ahkam dan Ponpes Al Fathonah Kabupaten Sukabumi.
Direktur FPTP KH Saifullah Ma`shum mengatakan FPTP didirikan oleh para kiai dan bu nyai untuk transformasi pesantren.
Tegas! Korut Takkan Pernah Takut dengan Sanksi Apapun
Juli 2026, Utang Luar Negeri Indonesia Rp8.048 Triliun
China Desak AS-Iran Kembali Berdialog, Tekanan Militer Dinilai Bukan Solusi
"Sejumlah isu yang digagas adalah pemberdayaan pesantren, integrasi beragam ilmu pengetahuan dengan modernitas dunia global, serta pemberdayaan ekonomi pesantren," ujar KH Saifullah Ma`shum.
Menurut KH Saifullah Ma`shum, di tengah-tengah upaya FPTP memberdayakan pesantren, yang dibutuhkan adalah mengadopsi tradisi pesantren dengan pengetahuan-pengetahuan baru.
"Kelebihan santri adalah ketaatannya, kedisplinan, hingga tirakat, namun aspek soft skills lain perlu terus dipoles, terutama untuk kebutuhan dunia kerja dan akselerasi teknologi baru," ujar KH Saifullah Ma`shum.
Dengan inisiasi Program Pemagangan Kerja dan Tenaga Kerja Luar Negeri ini, KH Saifullah Ma`shum berharap santri dan pesantren tidak malah menambah pengangguran, namun sebaliknya membantu mengurangi angka pengangguran yang ada.
"Persyaratan, regulasi, dan apa saja yang harus disiapkan, kami dari pesantren sudah mengidentifikasi, dan secara resources udah dipetakan, tinggal peluangnya di mana saja, dan dimanfaatkan betul," ujar KH Saifullah Ma`shum.
Kunjungan pertama di KP2MI diterima Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi PMI.
Kunjungan kedua ke Learning Center PT Angkasa Pura atau InJourney Airports Learning Center (IALC) di Tangerang, dan kunjungan ketiga Pusat Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang di Depok.
"KP2MI menyatakan terbuka untuk bekerjasama. Nanti modelnya disepakati, dan para alumni santri nanti di-matching-kan dengan kebutuhan dunia kerja. Kami ada tim teknis yang akan menindaklanjutinya melalui pilot project untuk alumni pesantren," ujar Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi PMI Abri Danar Prabawa.
Menurut KP2MI, ada lima aspek yang harus disiapkan untuk bekerja di luar negeri: kompetensi, bahasa, sertifikasi dan dokumen, mental dan adaptasi, dan rencana masa depan.
"Semua perlu penyiapan dari segi kelembagaannya maupun kualifikasinya, sebab semua by system," ujar Dirjen P3KLN KP2MI Dwi Setiawan.
Dita Indah Sari dari FPTP berharap kualifikasi yang dibutuhkan pasar kerja global dengan kompetensi santri dapat terus dioptimalkan.
"Ada dua kualifikasi, pertama alumni pesantren. Kedua, santri yang masih eksis belajar di pesantren. Kita perlu setup kelas migran untuk yang masih sekolah, sementara untuk yang sudah lulus, dikoneksikan ke lembaga pelatihan eksisting yang sudah diotorisasi KP2MI, melalui e-vokasi, dan menyesuaikan demand yang ada," ujar Dita.
Sementara itu, Hikmah Bafaqih dari FPTP yang juga Anggota DPRD Jatim mengatakan potensi PMI luar biasa, dan mereka sekaligus menjadi ambassador negara.
"Kami sediakan dana talangan untuk pembiayaan, dan juga sudah koordinasi dengan segenap stakeholder di daerah, terutama di Jatim, yang sepakat untuk menindaklanjuti dengan langkah lebih kongkrit," ujar Hikmah Bafaqih.
Delegasi FPTP diwakili Direktur KH Saifullah Ma`shum, Wakil Direktur Yanuar Prihatin dan Dita Indah Sari, Pimpinan FPTP Jatim Hikmah Bafaqih, serta Tenaga Ahli FPTP Firdaus dan Abdullah Yazid.