Selasa, 15/09/2026 12:52 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menggelar Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 14-19 September 2026 dengan mempertemukan 62 orang Duta Bahasa yang berasal dari 31 provinsi dari seluruh Indonesia.
Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widianto, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa peran sebagai Duta Bahasa bukanlah tugas sementara atau pekerjaan sampingan. Gelar Duta Bahasa disebutnya melekat seumur hidup sebagai bentuk komitmen ideologis terhadap keindonesiaan.
"Tidak ada istilah pensiunan Duta Bahasa karena gelar ini melekat seumur hidup pada nama peserta. Ini bukan tugas sampingan, melainkan komitmen untuk menjadi representasi orang Indonesia yang ideal melalui sikap kebahasaan," ujar Hidayat.
Kawal SPMB 2026, Kemendikdasmen Gandeng Kejagung hingga KSP
Kemendikdasmen Jamin Tak Ada Celah Jual Beli Kursi SPMB 2026
Kemendikdasmen Tegaskan SPMB Bukan Seleksi, Siswa Dijamin Dapat Sekolah
Ia juga mendorong para finalis untuk membantu mengubah persepsi masyarakat terhadap bahasa nasional agar tidak berkesan kaku, melainkan tampil luwes, fleksibel, asyik, dan keren, khususnya di mata generasi muda.
Meskipun para peserta akan berkompetisi secara ketat selama enam hari masa penjurian, Hidayat mengimbau agar para finalis tetap menjaga kekompakan, stamina, dan kesehatan mental hingga akhir rangkaian acara.
Sementara itu, Ketua Bulan Bahasa dan Sastra, Eko Marini, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif generasi muda dalam memantapkan fungsi kebahasaan nasional melalui prinsip Trigatra Bangun Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Rangkaian penjurian akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, sebelum ditutup pada acara puncak yang dijadwalkan bertempat di Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senayan, Jakarta.
Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 bertujuan untuk memperkuat karakter, martabat, dan daya saing bangsa melalui generasi muda yang mahir berbahasa Indonesia, peduli melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing strategis.
Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk menentukan pemenang terbaik, pemenang harapan, dan pemenang terfavorit Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 sebagai wujud apresiasi atas karya dan kontribusi mereka di bidang bahasa dan sastra.
Adapun, finalis perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Rija Ulia Mayri, mengungkapkan alasannya mengikuti ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional yang dinilainya sangat krusial dan bergengsi.
"Menurut saya Pemilihan Duta Bahasa Nasional ini sendiri merupakan hal yang krusial, bahasa Indonesia adalah hal yang mempersatukan kita dan bahasa daerah adalah hal yang membuat kita terlihat unik" ujar Rija.
Di sisi lain, perwakilan dari Kepulauan Riau, Imanuel Maitri Wisan Junior, menyoroti adanya urgensi peran Duta Bahasa di tengah derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi pola berbahasa masyarakat.
"Saya sendiri ikut tertarik mengikuti Pemilihan Duta Bahasa itu karena banyak sekali bahasa yang sudah dipengaruhi oleh digitalisasi. Jadi, melalui peran ini saya juga ingin ikut serta untuk menggerakkan kesadaran dari masyarakat serta generasi muda agar dapat menggunakan bahasa Indonesia yang lebih baik dan benar sesuai dengan konteksnya serta melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing. Jika kita gunakan bahasa dengan baik dan benar, komunikasi kita akan lebih lancar dan juga dapat meningkatkan literasi mereka di masa mendatang," jelas Imanuel.
Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan maksimal sesuai dengan tujuan kegiatan, yaitu meningkatkan peran generasi muda di Indonesia dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, daerah, dan asing sesuai dengan ranah penggunaannya masing-masing guna memperkuat karakter, martabat, dan daya saing bangsa.