Selasa, 08/09/2026 19:38 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Direktur Bidang Pendidikan dan Kemampuan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Andreas Schleicher, mengapresiasi capaian Indonesia dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.
Di saat skor tiga bidang kemampuan PISA yakni sains, matematika, dan membaca secara global menunjukkan penurunan, Indonesia justru menunjukkan hasil yang relatif stabil.
Dalam pengumuman terbaru, skor PISA Indonesia di bidang sains dan membaca mengalami peningkatan dibandingkan PISA 2022. Skor sains naik dari 383 menjadi 389 (peringkat ke-74 dari 90 negara), sementara skor membaca naik dari 359 menjadi 365 (peringkat 73 dari 91 negara).
Meskipun, di bidang matematika, skor PISA 2025 Indonesia kembali mengalami penurunan, yakni dari 366 pada 2022 (peringkat 67 dari 81 negara) turun dua poin menjadi 364 (peringkat 73 dari 91 negara).
Tren Global Menurun, Skor PISA Matematika RI Ikutan Lesu
Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA 2026, Nilai Rerata Matematika Cuma 40-an
Bukan Siswa, Pelanggaran TKA Terbanyak Justru Dilakukan Pengawas
Angka signifikan terlihat di aspek akses pendidikan. Pada PISA 2025, Indonesia mencatatkan 0,90 poin untuk proporsi murid usia 15 tahun yang berada di sistem pendidikan formal. Artinya, semakin tinggi jumlah anak usia 15 tahun yang mengenyam pendidikan.
"Indonesia telah berhasil mencapai sesuatu yang masih menjadi tantangan bagi banyak negara, yaitu meningkatkan akses terhadap pendidikan tanpa mengorbankan kualitas," kata Schleicher.
"Hal lain yang juga patut diperhatikan ialah bahwa murid Indonesia menunjukkan capaian yang lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan dalam mata pelajaran yang lebih konvensional," dia menambahkan.
Menurut data PISA 2025, poin akses pendidikan Indonesia jauh di atas Brasil (0,76 poin) dan Meksiko (0,69 poin). Angka ini juga meningkat 0,5 poin dibandingkan PISA 2022.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (8/9) mengklaim bahwa hasil PISA 2025 menunjukkan bahwa arah kebijakan Kemendikdasmen berada di jalur yang tepat.
Berbagai program yang sedang bergulir, termasuk program prioritas pendidikan, penguatan kompetensi guru, implementasi pembelajaran mendalam, asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA), tergambar dalam hasil PISA kali ini.
"Penurunan poin matematika perlu dibaca hati-hati dan tidak dilihat sebagai angka, tapi sinyal bahwa kemampuan siswa kita terutama dalam bernalar dan memecahkan masalah itu masih harus diperkuat," kata Toni.
"Selanjutnya, tindak lanjut ke depan akan fokus pada peningkatan kompetensi guru, pembelajaran matematika lebih kontekstual, dan pemanfaatan hasil asesmen sebagai alat diagnosis. Juga, pendampingan pada satuan pendidikan yang membutuhkan peningkatan dalam capaian ini," dia menambahkan.