Minggu, 06/09/2026 09:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim rudal balistik Iran menghantam sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di perairan kawasan pada Minggu pagi.
IRGC menyebut kedua kapal perang tersebut mengalami kerusakan dan kemudian meninggalkan area pertempuran setelah menjadi sasaran serangan. Klaim itu disampaikan melalui pernyataan yang diterbitkan kantor berita Iran IRNA.
Menurut IRGC, Pasukan Dirgantara IRGC meluncurkan rudal balistik ke dua kapal perang AS yang disebut telah mengganggu kapal-kapal Iran dan terlibat dalam blokade maritim.
IRGC juga mengatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengakui bahwa dua kapal perang Angkatan Laut AS menjadi sasaran rudal Iran. Teheran menyebut pernyataan CENTCOM tersebut sebagai konfirmasi atas operasi militernya.
Korea Selatan Dilaporkan Bersiap Kerahkan Militer ke Selat Hormuz, Ada Apa?
Rantai Pasokan dan Armada Kapal Induk AS di Timur Tengah Lumpuh
Iran Janji Balas Serangan AS dengan Tegas
Namun, versi Iran berbeda dengan keterangan militer AS.
CENTCOM mengatakan Iran memang meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS yang sedang berpatroli di perairan kawasan. Akan tetapi, menurut CENTCOM, kedua kapal berhasil menghindari serangan dan tidak ada personel AS yang terluka.
IRGC kemudian memperingatkan bahwa berlanjutnya operasi militer AS akan memicu respons yang lebih berat dari angkatan bersenjata Iran.
Serangan terhadap kapal perang AS itu terjadi setelah Angkatan Laut IRGC sebelumnya mengumumkan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan tiga kapal yang memiliki keterkaitan dengan AS di lokasi lain.
IRGC menyebut operasi tersebut sebagai respons terhadap serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran.
CENTCOM membenarkan bahwa pasukan AS kemudian menyerang tiga kapal tanker minyak mentah Iran. Serangan tersebut dilakukan setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang AS.
Rangkaian serangan ini menunjukkan meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan AS, terutama di kawasan perairan yang menjadi jalur penting bagi pelayaran dan perdagangan minyak dunia.
Konflik antara Iran dan AS terus berlangsung sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan terhadap kepentingan AS dan Israel.
Dalam perkembangan terbaru, IRGC menegaskan bahwa setiap tindakan militer AS berikutnya akan menghadapi respons yang lebih besar dari Iran. (*)
Sumber: Anadolu