Dialog Kebangsaan Penting untuk Pastikan Pembangunan Berpihak pada Rakyat

Senin, 24/08/2026 12:18 WIB

Dialog Kebangsaan Penting untuk Pastikan Pembangunan Berpihak pada Rakyat

 

JAKARTA, Jurnas.com – Pembangunan di Indonesia harus benar-benar memiliki keberpihakan pada rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kesejahteraan bangsa.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU., dalam Dialog Kebangsaan bertema “Kedaulatan Indonesia dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat” yang digelar Swarna Dwipa Institute (SDI) di Gould Coffee & Eatery, Benhil, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Dialog yang dipandu oleh Febby Lintang, S.Sos., Peneliti Bidang Pendidikan, Perempuan, dan Anak SDI ini mempertemukan tokoh nasional, akademisi, pengamat hukum, masyarakat sipil, serta generasi muda dalam satu forum diskusi kebangsaan. 

Dialog kebangsaan ini menjadi ruang penting untuk memastikan pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kesejahteraan bangsa,” kata Afriansyah. 

Afriansyah juga menyoroti dunia kerja di tengah persaingan global yang cukup ketat.

“Hendaknya para calon pencari kerja hendaknya memiliki keahlian tambahan/skil. Karena kalau hanya mengandalkan Ijazah dari sebuah Lembaga Pendidikan tanpa memiliki keahlian khusus akan terasa sulit untuk menembus pasar dunia kerja yang persaingannya semakin keras,” ujarnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Pendiri SDI DR. Frans Immanuel Saragih, menegaskan komitmen lembaga ini sebagai wadah perjuangan kebangsaan.

“Swarna Dwipa Institute akan menjadi rumah besar bagi para aktivis yang mencintai Indonesia, tempat mereka berkolaborasi dan berjuang demi kedaulatan bangsa,” ujarnya. 

Frans berharap hasil dialog SDI menjadi pijakan strategis dalam memperkuat kedaulatan bangsa dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Selain Afriansyah Noor, nara sumber acara dialog ini antara lain CEO SINPO Media Group DR. Ariawan, SAP., M.H., M.A., Pengamat hukum Nico Adrian, S.H., M.H., Pakar Geoplotik DR. Hendrajit, Akademisi Universitas Paramadina DR. Hedri Sahrasad, dan Kelurga Besar Universitas Indonesia (KB UI) Sukma Widayanti, M.Si.

Pada kesempatan tersebut, Ariawan menyoroti perkembangan dunia media yang cukup pesat. Dimana jurnalis memiliki peran penting dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Akan tetapi perkembangan dunia global khususnya dunia internet, sosial media ditambah perkembangan dunia Artificial Intelligent ini harus mendapatkan perhatian khusus.

Masyarakat berdasarkan hasil pengamatan lebih menyukai menyerap informasi melalui media sosial, bukan dari kanal kanal berita resmi, sehingga ini membahayakan akan maraknya perkembangan berita hoax.

Ia berharap Swarna Dwipa Institute bisa hadir sebagai sebuah lembaga yang ke depannya mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat luas di Indonesia.

Sementara itu, Hendrajit menyoroti dimensi kebudayaan sebagai fondasi kesejahteraan. “Kunci dari kesejahteraan bukan hanya ekonomi, melainkan kebudayaan. Tanpa kebudayaan yang kuat, pembangunan tidak akan memiliki arah dan jati diri,” ungkapnya. 

Hedri Sahrasad menambahkan perspektif meritokrasi dalam politik dan pemerintahan. “Indonesia membutuhkan meritokrasi, di mana jabatan dan kepemimpinan diberikan kepada mereka yang memiliki kompetensi dan integritas, bukan sekadar karena faktor politik atau modal,” jelasnya. 

Sedangkan Sukma Widyanti berbicara dari sisi sosiologis terhadap permasalahan yang sering timbul selama ini.

Menurutnya, perubahan jangan hanya mencakup masalah perubahan struktural, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh. “Kalau tidak dilakukan maka masalah demi masalah akan terus berlanjut, karena akar permasalahan tidak diselesaikan,” ujar Sukma.

Praktisi dan pengamat hukum Niko Adrian menyampaikan segala sesuatu harus kembali kepada Pembukaan UUD 1945 dan UUD 1945. “Karena apabila UUD 1945 itu dilaksanakan sepenuhnya maka kedaulatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia akan terwujud,” tegasnya.

Diskusi juga menyinggung isu strategis seperti peran koperasi dalam memperkuat ekonomi rakyat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai wujud kehadiran negara, serta tantangan demokrasi yang masih dibayangi oligarki. Generasi muda disebut sebagai motor perubahan, dengan syarat mereka memiliki ideologi, kompetensi, dan integritas yang kokoh. 

Pada akhirnya, forum ini menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia masih dalam proses panjang menuju kesejahteraan rakyat yang sejati. Tantangan industrialisasi, ketergantungan impor, penguasaan sumber daya, hingga potensi maritim yang belum optimal, hanya bisa diatasi melalui kolaborasi lintas sektor: pemerintah, akademisi, media, masyarakat sipil, dan generasi muda. 

Dalam Dialog ini Swarna Dwipa Institute juga memberikan SDI AWARD 2026 kepada beberapa tokoh yang dinilai memberikan pengaruh yang cukup besar di bidangnya masing masing, yaitu:

Wakil Menteri Tenaga Kerja DR. Ir . H. Afriansyah Noor M.Si sebagai “Tokoh Muda Peduli Buruh” CEO SINPO Media Group DR. Ariawan SAP, MH MA sebagai “Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif” Pakar Geopolitik DR. Hendrajit sebagai “Pakar Geopolitik Indonesia”

Sebelumnya Swarna Dwipa Institute telah memberikan SDI AWARD 2026 kepada Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat sebagai “Tokoh Pergerakan Indonesia.”

TERKINI
BNPB Kerahkan 4 Helikopter Water Bombing Atasi Karhutla di Kalsel Fokus Perang Iran, AS Batal Gelar Latihan Militer Bersama Korea Selatan Pengadilan Suriah Vonis Penjara Seumur Hidup Mantan Mufti Agung Era Assad Komisi I DPR Dukung Tak Ada Larangan Hijab di Unhan