Selasa, 07/07/2026 13:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan kalender Hijriah, yang jatuh tepat setelah bulan Muharram.
Bagi umat Muslim, mengetahui perpindahan bulan Hijriah sangat penting untuk menentukan jadwal ibadah sunnah, seperti puasa Ayyamul Bidh atau sekadar pengingat momentum sejarah Islam.
Lantas, kapan bulan Safar pada tahun 2026 ini dimulai?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk tahun 2026, bulan Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Juli hingga Agustus 2026.
Kemenag Larang Perpeloncoan di Masa Ta`aruf Madrasah, Ini Aturan Barunya
DPR Desak Kemenag Perkuat Anggaran Pendidikan dan Guru Keagamaan
KPK Kembali Panggil Bos Maktour Fuad Hasan Terkait Korupsi Kuota Haji
Berikut adalah rinciannya:
1 Safar 1448 H: Diperkirakan jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026. Adapun akhir Bulan Safar diperkirakan jatuh pada Kamis 13 Agustus 2026.
Amalan Sunnah di Bulan Safar
Masyarakat zaman jahiliah kuno kerap menganggap bulan Safar sebagai bulan yang penuh kesialan (tathaywur).
Namun, Rasulullah SAW telah membantah mitos tersebut dalam sebuah hadis sahih: "Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada kesialan karena burung, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari).
Sebaliknya, umat Muslim dianjurkan untuk tetap mengisi bulan ini dengan berbagai amalan produktif dan ibadah sunnah rutin, di antaranya:
- Puasa Sunnah Senin dan Kamis
Amal ibadah rutin mingguan yang selalu dijaga oleh Rasulullah SAW.
- Puasa Ayyamul Bidh
Puasa tiga hari di pertengahan bulan hijriah, yang pada bulan Safar 1448 H ini diperkirakan jatuh pada tanggal 27, 28, dan 29 Agustus 2026 (13, 14, 15 Safar).
- Meningkatkan Amal Jariah dan Sedekah
Menepis anggapan sial dengan menebar kebaikan kepada sesama di sepanjang bulan.