PBB: Hari Pertama Gencatan Senjata di Lebanon Berjalan Tanpa Pelanggaran

Selasa, 23/06/2026 11:00 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Juru bicara PBB Stephane Dujarric, Senin (22/6), mengatakan bahwa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tidak mencatat adanya pelanggaran terhadap pemberlakuan gencatan senjata di Lebanon pada 21 Juni.

"Kemarin menandai hari pertama sejak dimulainya kembali permusuhan pada 2 Maret di Lebanon, di mana pasukan penjaga perdamaian kami di Lebanon tidak mendeteksi lintasan atau mengamati intersepsi apa pun," kata Dujarric dalam konferensi pers, menambahkan bahwa situasi tersebut berlanjut hingga pagi ini.

PBB menyambut baik pengurangan permusuhan antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan gerakan Hizbullah Lebanon, kata juru bicara tersebut, seraya menyatakan harapannya agar tren tersebut berlanjut.

"Namun, selama tiga hari terakhir, pasukan penjaga perdamaian UNIFIL terus mengamati aktivitas darat IDF yang ekstensif di seluruh wilayah tanggung jawab misi, termasuk manuver kendaraan lapis baja, serta aktivitas teknik dan logistik," kata Dujarric.

Pasukan penjaga perdamaian PBB juga mendeteksi beberapa pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh pesawat milik Israel.

Sebelumnya pada 19 Juni, Reuters melaporkan bahwa Israel dan Hezbollah sepakat untuk gencatan senjata yang mulai berlaku pada hari yang sama.

Kemudian, sebuah sumber lapangan militer Lebanon mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Israel terus melakukan serangan di selatan negara itu terlepas dari laporan tentang rezim gencatan senjata.

Pada Minggu (21/6), Kepala Staf Umum IDF Eyal Zamir mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Hezbollah rapuh dan menyerukan agar militer siap untuk melanjutkan permusuhan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

TERKINI
Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan Trump Sebut Ancaman Ini Lebih Mengerikan Ketimbang Depresi Ekonomi Global Ronaldo Kalah Jauh, Lionel Messi Cetak Rekor Baru Lagi Marinus Gea Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan dalam Program MBG