Mengapa Niat Baik Bisa Menjadi Nilai Penting dalam Amal?

Minggu, 09/08/2026 08:08 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Dalam Islam, niat memiliki kedudukan penting dalam setiap perbuatan.

Niat yang baik mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan, bahkan ketika kebaikan tersebut belum mampu diwujudkan sepenuhnya.

Muhammad Baqir menyampaikan sebuah pesan tentang pentingnya niat:

نِيَّةُ الْمُؤْمِنِ أَفْضَلُ مِنْ عَمَلِهِ وَ ذَلِكَ لِأَنَّهُ يَنْوِي مِنَ الْخَيْرِ مَا لَا يُدْرِكُهُ وَ نِيَّةُ الْكَافِرِ شَرٌّ مِنْ عَمَلِهِ وَ ذَلِكَ لِأَنَّ الْكَافِرَ يَنْوِي الشَّرَّ وَ يَأْمُلُ مِنَ الشَّرِّ مَا لَا يُدْرِكُهُ

Artinya:

"Niat seorang mukmin lebih utama daripada amalnya, karena ia berniat kebaikan yang belum tentu bisa ia lakukan. Dan niat orang kafir lebih buruk daripada amalnya, karena ia berniat kejahatan dan mengangan-angankan kejahatan yang belum tentu bisa ia lakukan." (Bihar al-Anwar, Jilid 67, hlm. 206).

Pesan tersebut mengingatkan bahwa apa yang tersimpan dalam hati memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang.

Seorang Muslim dianjurkan untuk selalu menjaga niat sebelum melakukan suatu perbuatan dan mengarahkannya kepada kebaikan.

Niat baik juga menjadi pengingat agar seseorang tidak mudah menyerah ketika belum mampu mewujudkan rencana kebaikannya.

Selama dilakukan dengan tulus dan disertai usaha, keinginan untuk berbuat baik dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

TERKINI
Mengapa Hari Singa Sedunia Diperingati Setiap 10 Agustus? Hari Konservasi Alam Nasional 10 Agustus: Sejarah, Makna, dan Tujuannya Spurs Tertarik Datangkan Cody Gakpo dari Liverpool Mengapa 10 Agustus Diperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional?