Minggu, 09/08/2026 09:09 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Keimanan tidak hanya menjadi keyakinan dalam hati, tetapi juga dapat menjadi sumber ketenangan bagi seorang Muslim ketika menghadapi kesendirian dan berbagai keadaan sulit.
Ja`far Shadiq menyampaikan sebuah pesan:
مَا مِنْ مُؤْمِنٍ إِلَّا وَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ إِيمَانِهِ أُنْساً يَسْكُنُ إِلَيْهِ حَتَّى لَوْ كَانَ عَلَى قُلَّةِ جَبَلٍ لَمْ يَسْتَوْحِشْ
Artinya:
Mengapa Niat Baik Bisa Menjadi Nilai Penting dalam Amal?
Rasulullah Ingatkan Larangan Mencela Angin, Waktu, dan Hari
Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini
"Tidak ada seorang mukmin pun kecuali Allah telah menjadikan imannya sebagai teman yang menenangkannya. Sampai-sampai jika ia berada di puncak gunung sekalipun, ia tidak akan merasa takut dan kesepian." (Bihar al-Anwar, Jilid 67, hlm. 111).
Pesan tersebut menggambarkan bahwa iman dapat menjadi sumber kekuatan batin. Ketika seseorang memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, ia tidak mudah merasa sendirian meskipun berada dalam keadaan yang jauh dari orang lain.
Iman juga mengajarkan seseorang untuk bersandar kepada Allah dalam menghadapi berbagai persoalan.
Karena itu, memperkuat keimanan melalui ibadah, doa, dan mengingat Allah menjadi salah satu cara untuk menjaga ketenangan hati dalam menjalani kehidupan.