Minggu, 09/08/2026 07:07 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga ucapan, termasuk ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan.
Rasulullah SAW mengingatkan agar seorang Muslim tidak mudah mencela angin, gunung, waktu, maupun hari dan malam.
Nabi Muhammad SAW berkata:
لَا تَسُبُّوا الرِّيَاحَ فَإِنَّهَا مَأْمُورَةٌ وَ لَا تَسُبُّوا الْجِبَالَ وَ لَا السَّاعَاتِ وَ لَا الْأَيَّامَ وَ لَا اللَّيَالِيَ فَتَأْثَمُوا وَ تَرْجِعَ عَلَيْكُمْ
Tak Takut Sendirian, Ini Rahasia Hati yang Dipenuhi Iman
Mengapa Niat Baik Bisa Menjadi Nilai Penting dalam Amal?
Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini
Artinya:
"Janganlah mencela angin karena sesungguhnya ia diperintah. Dan jangan mencela gunung, waktu, hari-hari, dan malam-malam, agar kalian tidak berdosa dan celaan itu kembali kepada kalian." (Bihar al-Anwar, Jilid 56, hlm. 2).
Pesan tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak melampiaskan kekecewaan dengan mencela sesuatu yang berada di luar kendalinya.
Angin, waktu, hari, dan malam merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT yang berjalan sesuai ketetapan-Nya.
Karena itu, ketika menghadapi cuaca buruk, waktu yang tidak sesuai harapan, atau keadaan yang sulit, seorang Muslim dianjurkan untuk menjaga lisannya dan memperbanyak kesabaran serta doa.
Mengendalikan ucapan menjadi bagian penting dalam menjaga diri dari perkataan yang dapat mendatangkan dosa.