Kamis, 18/06/2026 18:34 WIB
New York, Jurnas.com - Portugal gagal memetik poin maksimal ketika melakoni pertandingan perdana di Piala Dunia 2026, ketika menghadapi DR Kongo pada Kamis (18/6) dini hari.
Tim besutan Roberto Martinez hanya mampu mengamankan satu poin usai ditahan imbang tim Afrika 1-1, meski terlebih dahulu mencuri gol melalui Joao Neves pada awal babak pertama.
Menjelang jeda turun minum, Kongo sukses menyamakan kedudukan usai tandukan keras Yoane Wissa gagal diamankan oleh Diogo Costa.
Meski diunggulkan dengan materi pemain bintang, penampilan Portugal pada akhirnya menuai kritik. Cristiano Ronaldo yang berambisi mengejar gol ke-1.000 dalam kariernya, dianggap bermain terlalu egois oleh legenda Prancis, Thierry Henry.
Harry Kane Puji Thomas Tuchel Usai Inggris Kalahkan Kroasia 4-2
Imbang Lawan Kongo, Martinez Akui Portugal Kehilangan Variasi Serangan
Momen Timnas Mesir Baca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas Sebelum Bertanding
Dalam salah satu momen, Francisco Conceicao yang masuk sebagai pengganti di babak kedua, memberikan umpan cutback dari sayap kanan. Namun, Ronaldo yang berada di posisi kurang menguntungkan, tetap melepaskan tembakan alih-alih melepaskan bola kepada Bruno Fernandes.
"Pergerakan alami Ronaldo seharusnya adalah menyerang tiang dekat, menarik perhatian penjaganya dan memberi ruang bagi Bruno Fernandes untuk menembak dari tengah area penalti. Namun, yang terjadi justru sebaliknya," kata Henry dikutip dari Sports Mole.
"Jika Anda melakukan pergerakan seperti itu di sini, Anda memaksa bek lawan untuk masuk ke kotak enam yard. Tetapi karena dia ingin mencetak gol, dia malah menghalangi jalan Bruno Fernandes. Itulah prinsip saya. Tim yang membutuhkan gol, bukan Anda," dia menambahkan.
Penilaian Henry diamini oleh Zlatan Ibrahimovic. Menurut dia, tugas seorang striker, selain mencetak gol, ialah mencoba menarik bek lawan untuk memberikan ruang kepada rekan tim lainnya. " Jadi, jelas Anda membuat pilihan yang salah di sini, Cristiano," ujar Ibrahimovic.
Pelatih Martinez menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Ronaldo sebagai penyerang tengah, didukung di belakangnya oleh Bruno Fernandes, Bernardo Silva, dan Pedro Neto.
Sayangnya, statistik pertandingan sangat mengecewakan. Ronaldo hanya melepaskan tiga tembakan sepanjang laga, dan semuanya terjadi di babak kedua, dengan angka expected goals gabungan hanya 0,46.
Kesulitan Ronaldo membela Portugal bukanlah hal baru. Setelah mencetak dua gol melawan Hungaria pada Oktober tahun lalu, dia belum mencetak gol lagi untuk tim nasional.
Portugal akan kembali beraksi melawan Uzbekistan pada Selasa pekan depan, sebelum mengakhiri kampanye Grup K melawan Kolombia pada 28 Juni mendatang.