KPK Sebut Korupsi EDC dan Notifikasi Perbankan BRI Saling Beririsan

Senin, 03/08/2026 12:02 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya keterkaitan antara kasus dugaan korupsi pengadaan layanan notifikasi perbankan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di Bank BRI periode 2020–2024.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan irisan kedua perkara itu terletak pada dugaan keterlibatan sejumlah pihak dari internal BRI.

"Apakah ini (dugaan korupsi pengadaan mesin EDC di Bank BRI) ada hubungannya dengan perkara Notif (notifikasi perbankan) BRI?, ya tentunya masih ada irisannya karena memang pihak-pihak yang (diduga terlibat kasus notifikasi perbankan) di BRI-nya tentunya sama ya pihak BRI juga (di kasus pengadaan mesin EDC)," kata Taufik dikutip Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam perkara dugaan korupsi pengadaan mesin EDC, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Salah satunya adalah mantan Wakil Direktur Utama PT BRI periode 2019–2024, Catur Budi Harto.

Sementara itu, pada kasus dugaan korupsi pengadaan layanan notifikasi perbankan di BRI dan Telkom Indonesia, KPK belum menetapkan tersangka. Hingga kini, lembaga antirasuah baru menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum atas kasus tersebut.

Meski demikian, KPK telah mengantongi sejumlah nama yang terlibat dan bakal dijerat dalam kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga Catur  Budi melakukan perbuatan melawan hukum terkait penunjukan langsung sejumlah perusahaan swasta. Dugaan cawe-cawe itu melibatkan sosok DRS yang saat itu menjabat Kepala Divisi Retail Payment BRI.

Skema dugaan penujukan langsung perusahaan swasta juga terjadi oleh salah satu anak usaha Telkom Indonesia terkait pengadaan layanan notifikasi perbankan itu. Sejumlah petinggi anak usaha Telkom diduga terlibat dalam penujukan langsung pengadaan saat itu.

"Tetapi mungkin nanti pihak tersangkanya yang akan di-update kembali setelah proses penyidikan umum ini berjalan. Ini kan masih awal-awal seperti itu ya," ujar Taufik.

TERKINI
Enam Warga Israel Ditangkap Usai Serang Biara Jaringan Listrik Kolaps Lagi, Kuba Dilanda Pemadaman Total Nasional KPK Konstruksikan Dugaan Fee 3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum Hipmi KPK Segera Tahan Catur Budi Harto Cs di Kasus Korupsi EDC BRI