Jum'at, 05/06/2026 13:36 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan perbaikan 71 ribu sekolah tahun ini melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Hal ini disampaikan Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq dalam kunjungan ke Tabanan, Bali pada Kamis (4/6) kemarin.
“Sejak era Orde Baru membangun SD Inpres, belum pernah ada lagi pembangunan atau perbaikan sekolah secara masif kecuali di era Bapak Prabowo ini,” kata Wamen Fajar.
Wamen Fajar mangatakan bahwa pemerintah menargetkan pada 2028 tidak ada lagi sekolah dengan kerusakan berat di Indonesia, baik tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, madrasah aliyah, maupun sekolah menengah kejuruan.
Selain mempercepat revitalisasi sekolah, pemerintah juga mendorong transformasi digital pembelajaran. Pada 2025 pemerintah telah mendistribusikan 288.000 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia dan menargetkan penambahan hingga 800.000 unit pada tahun 2026.
Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Ini Bedanya dari SMK Reguler
Kemendikdasmen Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Revitalisasi 938 SMK hingga SLB
Kemendikdasmen Berkomitmen Hadirkan Bermutu hingga Wilayah 3T
Komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan sekolah yang mengalami kerusakan juga ditunjukkan melalui respons langsung terhadap kondisi di lapangan. Sebelum menghadiri kegiatan peresmian revitalisasi, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau SD Negeri 3 Sembung Gede yang bangunannya telah dibongkar setelah mengalami ambruk dan membahayakan keselamatan warga sekolah.
Akibat kondisi tersebut, peserta didik untuk sementara waktu menjalani pembelajaran di ruang-ruang darurat, termasuk di perpustakaan sekolah. Menyikapi kondisi itu, Fajar meminta jajarannya agar sekolah tersebut diprioritaskan dalam program revitalisasi tahun 2026. Langkah tersebut menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan sekolah yang ditemukan langsung di lapangan.
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyebut revitalisasi sekolah memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik bangunan.
“Revitalisasi sekolah bukan semata-mata pembangunan atau perbaikan gedung, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan inspiratif bagi peserta didik,” ujar dia.
Menurut dia, pendidikan merupakan investasi peradaban yang akan menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, pengembangan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal.