Jum'at, 22/05/2026 10:41 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman menerima audiensi Grenpace bersama pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian RI guna membahas penguatan ketahanan pangan dan pengembangan hilirisasi sektor perkebunan nasional.
Pertemuan tersebut berlangsung di ruang anggota DPR Fraksi NasDem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Dalam audiensi itu, Arif Rahman bersama Direktur Utama Grenpace, Heru Saoping membahas strategi pengembangan sejumlah komoditas unggulan perkebunan, mulai dari kelapa, lada, kakao, kopi hingga komoditas potensial lainnya yang dinilai mampu menopang swasembada pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dukungan Anggaran Dibutuhkan untuk Wujudkan Transparansi Penegakan Hukum
Legislator Dorong Mitigasi Nasional Cegah Masuknya Hantavirus ke Indonesia
Komisi XII DPR Dukung Hilirisasi dan Penguatan Kemandirian Enery Nasional
“Hari ini menerima audiensi bersama Grenpace serta pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian RI untuk membahas penguatan swasembada dan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” kata Arif dalam keterangan resminya, Jumat (22/5).
Sekjen MPN Pemuda Pancasila itu menjelaskan, Grenpace memaparkan gagasan pengembangan sektor perkebunan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pembibitan modern, serta hilirisasi berbasis potensi daerah.
Salah satu fokus pembahasan ialah pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten. Potensi besar di dua wilayah tersebut dinilai dapat dioptimalkan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil perkebunan.
“Diskusi ini menyoroti pengembangan sektor perkebunan seperti kelapa, lada, kakao, kopi, dan komoditas lainnya, khususnya potensi besar kelapa di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Melalui pendekatan teknologi pembibitan modern, pendidikan SDM, serta hilirisasi berbasis potensi lokal, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Politikus NasDem itu, keberhasilan program hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani muda, dunia usaha, dan masyarakat agar sektor pertanian mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah maupun nasional.
“Sinergi antara pemerintah, petani muda, dan berbagai elemen masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembangunan pertanian yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing bagi Banten serta Indonesia,” pungkasnya.