Senin, 18/05/2026 11:01 WIB
Gaza, Jurnas.com - Israel melancarkan serangan bom terhadap dapur yang menyediakan makanan bagi para pengungsi di Gaza.
Mengutip dari laporan Aljazeera pada Senin (18/5), serangan Israel tersebut menewaskan tiga orang serta melukai beberapa lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan Israel telah menewaskan sedikitnya 871 orang sejak apa yang disebut "gencatan senjata" dimulai Oktober lalu.
Selain itu menurut Organisasi Dokter Lintas Batas (MSF), Israel disebut sengaja membatasi makanan dan bantuan di Gaza, sehingga menciptakan krisis malanutrisi buatan yang berdampak sangat merusak bagi bayi serta ibu hamil dan menyusui.
Konflik Lebanon-Israel, Krisis Kemanusiaan di Lebanon Kian Memburuk
Putra Pimpinan Hamas Tewas dalam Serangan Israel
Israel Serang Lebanon Selatan dan Timur, Enam Orang Tewas
Laporan tersebut didasarkan pada analisis situasi antara akhir 2024 hingga awal 2026 di empat fasilitas kesehatan yang didukung MSF di Jalur Gaza, yang menunjukkan tingginya tingkat kelahiran prematur dan kematian bayi.
Analisis MSF mengungkapkan bahwa lebih dari separuh wanita yang mereka tangani terkena dampak malanutrisi selama masa kehamilan, dengan seperempat di antaranya masih dalam kondisi kekurangan gizi saat melahirkan. Dampaknya sangat nyata bagi kesehatan bayi yang dilahirkan.
"Kematian neonatal dua kali lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu yang terkena malanutrisi dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu tanpa malanutrisi," demikian pernyataan resmi MSF.