Minggu, 03/05/2026 16:09 WIB
Tel Aviv, Jurnas.com - Militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi sejumlah desa di Lebanon Selatan pada Minggu (3/5), menjangkau wilayah di luar zona pendudukan meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Perintah ini mencakup lebih dari 10 desa serta kota Nabatieh yang terletak beberapa kilometer di utara Sungai Litani, area yang secara teknis berada di luar jangkauan pasukan darat Israel saat ini.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, menginstruksikan warga untuk segera mengungsi demi keselamatan mereka.
“Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengevakuasi rumah Anda dan menjauh dari desa-desa serta kota-kota tersebut setidaknya sejauh 1.000 meter ke area terbuka,” tulis Adraee di platform X, dikutip dari AFP pada Minggu (3/5).
Israel Terus Serang Lebanon, AS Desak Perundingan
Partai Republik Dukung Kebijakan Gedung Putih Perang Lawan Iran
Israel Perintahkan Evakuasi Massal Rakyat Lebanon Selatan
Ketegangan tetap tinggi setelah militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran pada Sabtu lalu yang diklaim menghantam puluhan target Hizbullah. Israel menyatakan telah membongkar sekitar 70 struktur militer dan 50 situs infrastruktur milik kelompok tersebut di berbagai wilayah.
Di sisi lain, kantor berita resmi Lebanon (NNA) melaporkan adanya korban jiwa dalam serangan tersebut, termasuk tiga orang di kota Sammaiyeh.
Meskipun gencatan senjata telah dimulai sejak 17 April, kedua belah pihak terus saling melontarkan tuduhan pelanggaran.
Hizbullah mengklaim serangan balasan terhadap pasukan Israel, sementara Israel bersandar pada teks gencatan senjata yang memberinya hak untuk bertindak terhadap ancaman yang dianggap sudah terencana atau sedang berlangsung.
Sehari sebelumnya, panglima militer Lebanon, Rodolphe Haykal, bertemu dengan Jenderal AS Joseph Clearfield yang sedang berkunjung, kepala komite beranggotakan lima orang yang bertugas memantau gencatan senjata 2024, yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang terakhir antara Israel dan Hizbullah.
"Kami mendiskusikan situasi keamanan di Lebanon, perkembangan regional, dan cara untuk memaksimalkan efektivitas (komite) dan meningkatkan operasinya," ujar dia.
Sejak konflik memuncak pada awal Maret, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.600 orang di Lebanon dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi dari rumah mereka.