Kamis, 07/11/2024 21:23 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berencana mengusulkan agar literasi keamanan siber dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Hal ini sejalan dengan aspirasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pendidikan sains dan teknologi (saintek) dengan menguatkan literasi digital di berbagai tingkatan pendidikan, guna mendukung digitalisasi ekonomi.
“Kegiatan yang akan dilakukan BSSN terkait topik ini adalah peningkatan literasi digital di berbagai tingkatan pendidikan untuk mendukung digitalisasi ekonomi,” jelas Kepala BSSN Hinsa Siburian saat rapat kerja dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).
DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang
Anggota DPR: Penanganan Korban KRL Bekasi Harus Jadi Prioritas Utama
Gerindra Dorong Pencabutan Izin Taksi Hijau Usai Insiden Bekasi Timur
Dengan begitu, dia berharap koordinasi yang baik antara kementerian dan lembaga dapat terjalin dalam penyusunan kurikulum keamanan siber.
“Output yang diharapkan adalah terselenggaranya koordinasi yang baik antara kementerian dan lembaga dalam rangka penyusunan kurikulum materi literasi keamanan siber,” ujarnya.
BSSN menginginkan agar pelajar mendapatkan pelajaran terkait literasi digital melalui kurikulum keamanan siber. Pembelajaran literasi digital dapat dilakukan melalui workshop dan seminar.
“Terlaksananya seminar atau workshop kepada siswa di semua tingkatan terkait keamanan siber dan sandi, serta meningkatnya literasi digital terkait keamanan siber dan sandi kepada mahasiswa,” ujar Hinsa.
Keyword : Warta DPR BSSN Hinsa Siburian saintek keamanan siber