Sabtu, 13/06/2026 20:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa implementasi program Makan Bergizi Gratis telah berjalan hingga 80,7 persen berdasarkan data per 10 Juni 2026. Hal ini disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6).
Dari sekitar 53 juta murid di Indonesia, lanjut Mendikdasmen, lebih dari 43 juta murid telah menerima dan merasakan manfaat program tersebut.
Menurut dia, berbagai survei dan umpan balik pelaksanaan program juga menunjukkan bahwa sebagian besar murid penerima manfaat berharap program MBG dapat terus dilanjutkan.
Lebih lanjut, berbagai modul pendukung juga telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program MBG. “Sejumlah penelitian yang dilakukan, termasuk dari Labsosio – Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia menyatakan bahwa MBG telah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, dan capaian akademik murid,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Menko PM: Program MBG Harus Mengacu Pada Inpres 4 dan 8 Tahun 2025
Tata Ulang MBG, Pemerintah Target Pembenahan Rampung dalam Satu Bulan
SDN di Bogor Jadi Ramai Peminat setelah Direvitalisasi
Selanjutnya, Menteri Abdul Mu’ti juga melaporkan perkembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pendidikan unggul.
Dia menyebut Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama yang akan memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan standar yang terintegrasi.
Dai menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merencanakan akan membangun 100 sekolah nasional terintegrasi dan sudah ada 36 usulan sekolah yang terseleksi yang akan dimulai pembangunannya pada tahun ini.
"Pada tahap awal, lima sekolah akan dibuka dengan memanfaatkan gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di daerah. Satu sekolah akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sembilan sekolah lainnya akan dibangun baru di daerah yang telah ditetapkan," kata Mendikdasmen.