Jum'at, 19/04/2024 18:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bank Indonesia (BI) menyakini ekonomi Indonesia termasuk salah satu negara emerging market (EMEs) yang kuat dalam menghadapi dampak rambatan global akibat ketidakpastian penurunan Fed Fund Rate (FFR) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Kami terus memastikan stabilitas Rupiah tetap terjaga dengan intervensi valuta asing dan langkah-langkah lain yang diperlukan," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (19/4/2024).
Ekonomi yang kuat tersebut ditopang oleh kebijakan moneter dan fiskal yang prudent dan terkoordinasi erat.
Selain itu, untuk memperkuat ketahanan eksternal dimaksud, komitmen kuat Bank Indonesia untuk stabilisasi nilai tukar menjadi bagian penting.
Media Maroko Kecam Laporan Polisi Spanyol Soal Krisis Migran di Ceuta
BMKG: Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Sebaran Meluas ke Enam Provinsi
HNW Dukung MUI: Label "No Pork, No Lard" Bukan Pengganti Sertifikat Halal
Demikian pula pengelolaan aliran portfolio asing yang ramah pasar, termasuk operas? moneter yang “promarket” dan terintegrasi dengan pendalaman pasar uang, mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Keyword : Bank IndonesiaRupiah