Minggu, 04/02/2024 01:01 WIB
BRUSSELS - Belgia pada Jumat memanggil duta besar Israel setelah gedung badan pembangunan Belgia di Kota Gaza dibom, dan mengatakan pihaknya berencana untuk mengangkat masalah kompensasi.
“Serangan terhadap infrastruktur sipil melanggar prinsip hukum humaniter internasional. Semua pihak harus mematuhinya,” tulis Menteri Luar Negeri Hadja Lahbib di platform media sosial X.
Kementerian Kerja Sama Pembangunan Belgia mengatakan mereka tidak
mengetahui adanya korban sipil dan bahwa gedung tersebut, yang digunakan bersama dengan Handicap International, seharusnya kosong pada saat pemboman terjadi. Sebuah kementerian mengatakan duta besar Israel telah menjanjikan penyelidikan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri menambahkan: "Belgia akan memasukkan kembali masalah kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat proyek-proyek yang dibiayai oleh UE dan Negara-negara Anggotanya ke dalam agenda konsultasi Eropa berikutnya."
Total Korban Tewas di Gaza Kini Mencapai 72.938 Orang
Korban Tewas Genosida di Gaza Kini Mencapai 72.783 Orang
Warga Israel Serang Warga Palestina di Tepi Barat
Tidak jelas kapan gedung itu dibom. Juru bicaranya mengatakan Belgia mengetahui hal itu pada Kamis malam dan menduga hal itu terjadi pada Rabu.
Kementerian luar negeri mengulangi seruannya untuk gencatan senjata kemanusiaan yang langgeng di Gaza, dimulainya kembali proses perdamaian, dan negosiasi politik yang dapat mengarah pada solusi dua negara, “satu-satunya jalan keluar dari konflik ini”.
Belgia sebelumnya mengkritik cara Israel menangani konflik tersebut.
Keyword : Israel Palestina Gedung Dibom Belgia Panggil Dubes