Kamis, 16/07/2026 16:31 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meyakini tidak ada kemenangan tanpa kolaborasi, begitu juga transmigrasi. Menurutnya, tanpa kolaborasi upaya mewujudkan transformasi transmigrasi sulit terwujud.
Hal tersebut disampaikan Mentrans Iftitah saat menghadiri acara nonton bareng pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina yang digelar di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Kamis (16/7) dini hari.
Kegiatan yang digelar Kementerian Transmigrasi ini juga terhubung secara daring dengan kawasan transmigrasi di Malaka, Salor, dan Rempang, serta Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi di Yogyakarta, Denpasar, Banjarmasin, dan Pekanbaru.
“Kementerian Transmigrasi menyambut baik ajakan TVRI untuk menggelar nonton bareng semifinal Piala Dunia. Kita ingin ikut menyemarakkan pesta sepak bola dunia sekaligus mempererat kebersamaan. Lewat kegiatan ini, masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi dapat merasakan semangat yang sama meskipun berada di tempat yang berjauhan,” ujar Menteri Iftitah.
Mentrans: Komoditas Unggulan Daerah Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Mentrans Dorong Mangga Jatim Tembus Jepang, Bidik Pasar Premium Dunia
Mentrans : Investor Global Mulai Lirik Kawasan Transmigrasi
Menurutnya, sepak bola mengajarkan nilai-nilai yang juga menjadi fondasi pembangunan transmigrasi.
“Tidak ada kemenangan yang diraih oleh satu orang. Sebuah tim menang karena memiliki tujuan yang sama, saling percaya, disiplin, bekerja sama, dan berjuang sampai peluit akhir. Nilai-nilai itulah yang juga sedang kita bangun dalam transformasi transmigrasi,” katanya.
Ia menjelaskan, paradigma baru transmigrasi menempatkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang hanya dapat berkembang melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.
“Kalau semua bergerak sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal. Tetapi ketika semua menjadi satu tim, maka kita bisa menciptakan kawasan transmigrasi yang produktif, maju, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.
Suasana nonton bareng semakin hangat ketika Menteri Iftitah berbagi kisah mengenai kecintaannya terhadap tim nasional Inggris yang berawal dari pertandingan legendaris Inggris melawan Argentina pada Piala Dunia 1986.
“Sejak pertandingan Inggris melawan Argentina tahun 1986 saya sudah mendukung Inggris. Saya masih ingat Peter Shilton dan gol Diego Maradona yang terkenal dengan Hand of God. Jadi malam ini seperti laga yang penuh sejarah. Apakah kali ini giliran Inggris membalas? Kita lihat bersama,” ujarnya disambut antusias para peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa transformasi transmigrasi bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur maupun penguatan ekonomi kawasan, tetapi juga tentang membangun budaya kolaborasi, sportivitas, dan kebersamaan.
Sebab, menurutnya, sebagaimana sebuah tim sepak bola meraih kemenangan, keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi hanya dapat dicapai ketika seluruh elemen bergerak dalam satu visi, satu semangat, dan satu tujuan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.