Teheran Ancam Serang Sisa Infrastruktur AS di Timur Tengah

Kamis, 16/07/2026 16:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Militer Iran akan menyerang infrastruktur milik Amerika Serikat yang masih tersisa di kawasan Timur Tengah, jika AS terus melancarkan serangan terhadap fasilitas milik Iran, kata Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, Kamis.

Sebelumnya, Rabu (15/7), Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ingin menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk melanjutkan perundingan di tengah serangan dan ancaman baru untuk membombardir sejumlah jembatan di Iran.

"Jika AS melaksanakan rencananya untuk menyerang infrastruktur Iran, maka segala sesuatu yang masih utuh, yakni seluruh infrastruktur di kawasan tersebut, akan menjadi sasaran serangan dahsyat oleh angkatan bersenjata Iran," kata Komando Militer Iran seperti dikutip televisi dan radio milik Pemerintah Iran.

Komando tersebut juga menegaskan Iran tidak akan membiarkan AS mencampuri urusan berkaitan dengan Selat Hormuz.

Sejak 8 Juli, militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran yang mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer milik AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

TERKINI
Benarkah Menikah dan Buka Usaha di Bulan Safar Dilarang? MUI Jatim Terbitkan Fatwa Vape Haram, Begini Penjelasannya Flu Burung Terdeteksi, Populasi Spesies Langka Terancam Punah Mentrans : Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kolaborasi, Begitu Juga Transmigrasi