Gerindra Tegaskan Perubahan Nama Koalisi Tak Kurangi Hak PKB Tentukan Cawapres

Kamis, 31/08/2023 15:21 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perubahan nama koalisi pendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto tak akan mengurangi hak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB/" style="text-decoration:none;color:red;">PKB) untuk menentukan calon wakil presiden (cawapres).

Hal itu sebagaimana diutarakan Waketum Partai Gerindra Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (31/8).

Menurut dia, Koalisi Indonesia Maju akan memperbesar kekuatan Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.

"Tetap, koalisi ini justru semakin besar, justru semakin maksimal, dan tidak sedikit pun mengurangi hak Gus Muhaimin dan PKB/" style="text-decoration:none;color:red;">PKB untuk ikut menentukan cawapres," jelas Habiburokhman.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini mengatakan, semua ketum parpol di koalisi telah menyetujui perubahan nama. Dia pun menilai PKB/" style="text-decoration:none;color:red;">PKB juga memahami perubahan itu.

"Yang jelas semua pihak dalam koalisi menyepakati, semua ketum parpol menyepakati, jadi kita nggak ini lah, kita jangan cari-cari perbedaannya lah ya, kami berprasangka baik sahabat-sahabat kami di PKB/" style="text-decoration:none;color:red;">PKB juga memahami dan menerima ini," kata dia.

Dia menekankan Prabowo akan melibatkan semua ketum parpol koalisi dalam menentukan cawapres. Habiburokhman juga mengatakan cawapres Prabowo tidak terikat pada kriteria tertentu.

"Pak Prabowo enggak akan sewenang-wenang seolah-olah dia yang sebagai usser dia yang akan menentukan, nggak, dan Pak Prabowo selalu menanyakan ke semua, berlima nih, `saya oke, ini oke, ini oke, ini enggak oke, drop`," ujar Habiburokhman.

"Jadi kita enggak akan mengikat di kriteria, kalau sekali kita main di kriteria berarti bisa menutup peluang orang lain," timpal dia.

Sebelumnya, Prabowo menyebut para ketum parpol pendukungnya sepakat mengubah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Nama ini diambil sebagai bentuk penegasan bahwa KIM  sebagai koalisi penerus program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya