Drone Rusia Hantam Fasilitas Penyimpanan Nuklir Chernobyl

Minggu, 07/06/2026 17:30 WIB

Moskow, Jurnas.com - Sebuah pesawat tanpa awak (drone) milik militer Rusia dilaporkan menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas, di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang sudah tidak beroperasi.

Otoritas keamanan Ukraina mengonfirmasi insiden tersebut terjadi pada Minggu (7/6), dan memastikan bahwa tingkat radiasi di sekitar lokasi kejadian hingga saat ini masih terpantau stabil.

Dikutip dari Reuters, Staf Umum Angkatan Darat Kyiv bersama badan atom negara menyatakan bahwa serangan udara tersebut menyebabkan bangunan penerimaan wadah kontainer hancur sebagian, namun tidak ada bahan bakar bekas yang sedang disimpan di fasilitas tersebut saat ledakan terjadi.

Kobaran api yang sempat berkobar akibat hantaman drone berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran, dan pihak berwenang melaporkan tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.

“Ini bukan pertama kalinya pasukan Rusia membahayakan fasilitas nuklir Ukraina. Pemerasan nuklir Rusia dan ancaman terhadap keselamatan nuklir bersifat sistemik, disengaja, dan tidak dapat diterima,” ujar Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha.

Menlu Ukraina juga menuduh Moskow secara sengaja terus melakukan sabotase serta teror yang mengancam keselamatan nuklir regional. Hingga kini, Rusia juga belum memberikan komentar resmi terkait serangan di fasilitas yang berjarak sekitar 15 kilometer dari kompleks PLTN Chernobyl tersebut, wilayah yang dikenal dalam sejarah sebagai lokasi bencana nuklir terburuk di dunia.

Insiden ini memperpanjang catatan hitam keamanan energi di wilayah konflik, setelah sebelumnya pada Februari 2025, sebuah drone Rusia juga merusak lengkungan penahan di atas reaktor Chernobyl yang hancur akibat ledakan pada 1986 silam, meskipun saat itu Moskow membantah keterlibatan.

Selain polemik di Chernobyl, Kyiv dan Moskow juga terus saling melempar tuduhan terkait rangkaian serangan udara yang menyasar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina tenggara, PLTN terbesar di Eropa yang saat ini berada di bawah pendudukan pasukan Rusia.

TERKINI
Siap-Siap, OpenAI Bakal Rombak ChatGPT Jadi Superapp Drone Rusia Hantam Fasilitas Penyimpanan Nuklir Chernobyl Separatis Boko Haram Bebaskan Ratusan Korban Penculikan Nigeria Akibat Hobi Perang, Ekonomi Israel Terus Tertekan