Senin, 10/04/2023 12:36 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan, kapal perusak berpeluru kendali USS Milius melakukan misi hak navigasi dan kebebasan di Laut Cina Selatan dekat Kepulauan Spratly pada Senin (10/4).
Pengumuman itu dikeluarkan saat militer China mensimulasikan serangan presisi terhadap Taiwan dalam latihan militer di sekitar pulau itu di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan AS di wilayah tersebut.
Angkatan Laut AS mengatakan operasi kapal perusak itu konsisten dengan hukum internasional.
"Pada akhir operasi, USS Milius keluar dari area klaim yang berlebihan dan melanjutkan operasi di Laut China Selatan," kata pernyataan Angkatan Laut AS. "Operasi navigasi kebebasan ini menjunjung tinggi hak, kebebasan, dan penggunaan laut yang sah."
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
Bulan lalu, China dan AS berselisih tentang pergerakan USS Milius, yang menurut China memasuki perairan teritorialnya di Laut China Selatan dekat Kepulauan Paracel.
China mengklaim sebagian besar wilayah yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif berbagai negara, termasuk Filipina. Triliunan dolar dalam arus perdagangan setiap tahun melalui jalur air.
Sumber: Reuters