AS Tuding China Manfaatkan Kunjungan Pelosi Ubah Status Quo di Selat Taiwan

Sabtu, 13/08/2022 07:14 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Koordinator Indo-Pasifik Amerika Serikat (AS), Kurt Campbell mengatakan, China bereaksi berlebihan terhadap kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan dan menggunakannya sebagai dalih untuk mencoba mengubah status quo di Selat Taiwan.

"China telah bereaksi berlebihan dan tindakannya terus menjadi provokatif, tidak stabil dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata Campbell kepada wartawan melalui telepon.

Menurut Campbell, reaksi China yang berlebihna tersebut sebagai bagian dari kampanye tekanan intensif terhadap Taiwan.

"Itu belum berakhir dan kami berharap itu akan terus berlanjut dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," kata Campbell, menambahkan bahwa beberapa kapal perang China tetap berada di sekitar Taiwan, sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengatakan pada Kamis bahwa ancaman kekuatan China tidak berkurang, meskipun latihan militer terbesar Beijing di sekitar pulau itu setelah kunjungan Pelosi minggu lalu tampaknya akan berkurang.

Campbell menegaskan kembali bahwa AS akan melakukan transit udara dan laut standar melalui Selat Taiwan dalam beberapa minggu mendatang, dan akan mengumumkan "peta jalan ambisius" untuk negosiasi perdagangan dengan Taiwan dalam beberapa hari mendatang.

"Dan kami akan memastikan bahwa kehadiran, postur, dan latihan kami bertanggung jawab atas perilaku China yang lebih provokatif dan tidak stabil, dengan pandangan untuk mengarahkan situasi di Pasifik barat menuju stabilitas yang lebih besar," katanya.

Sumber: Reuters

TERKINI
Korsel-AS Mulai Bahas Kerja Sama Nuklir Pekan Ini Penggeledahan Kantor BGN Diduga Terkait Jual Beli SPPG Inovasi RobloxVerse Bawa Presuniv Raih Ranking 165 Dunia WURI 2026 Sekjen PBB Beri Tiga Opsi Akhiri Konflik Israel vs Hizbullah