Selasa, 12/07/2022 14:30 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewasn (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan akan mulai mengekspor produk ayam ke Singapura pada Rabu (13/7).
"Daging ayam pengiriman pertama tujuan Singapura akan kami kirimkan pada Rabu, 13 Juli 2022," kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil PKH Kementan, Tri Mela Sari, seperti dikutip dari CNA, Selasa (12/7).
Ia menjelaskan, pengiriman pertama terdiri dari daging ayam beku, yang dipasok oleh Charoen Pokphand Indonesia (CPI). Volume ekspor belum diketahui. "Kami akan menggelar konferensi pers di kantor CPI. Rincian lebih lanjut akan diumumkan pada konferensi pers," kata Mela Sari.
Seperti diketahui, Badan pangan Singapura (Singapore Food Agency/SFA) telah memberikan tiga perusahaan asal Indonesia untuk mengekspor daging ayam dan produk daging ayam ke dalam negeri.
Mulai 2027, Singapura Hadirkan Terminal Privat di Bandara Changi
Bantu Teman Beli Vape, Perempuan di Singapura Didenda Rp19,9 Juta
Puluhan Warga Singapura Tertipu SMS Palsu di Malaysia, Rugi Rp318 Juta
Dua dari perusahaan tersebut adalah anak perusahaan CPI, sementara yang lain adalah anak perusahaan dari raksasa makanan beku Indonesia, Japfa Comfeed.
Mela Sari mengatakan, dua dari perusahaan ini masih dalam pembicaraan dengan rekan-rekan mereka di Singapura.
"Negosiasinya bersifat B2B (business-to-business). Seberapa cepat dua (perusahaan) lainnya dapat mulai mengirim produk ayam mereka akan tergantung pada pembicaraan antara perusahaan di kedua negara," tambahnya.
Mela Sari mengatakan, saat ini ada 12 perusahaan Indonesia lainnya yang sedang meminta izin untuk mengekspor produk ayam ke Singapura. Semua aplikasi telah diajukan ke SFA.
SFA telah mengatakan bahwa perusahaan dan peternakan individu perlu dievaluasi dan disetujui, dengan evaluasi dokumenter terperinci dan audit di tempat untuk verifikasi, sebelum mereka diberi izin untuk mengekspor makanan ke Singapura.
Singapura mengimpor 214.400 ton daging ayam tahun lalu, sekitar sepertiganya berasal dari Malaysia.
Malaysia telah memberlakukan larangan ekspor hingga 3,6 juta ayam per bulan, menyusul masalah pasokan dan harga di dalam negeri, dengan beberapa pedagang ayam menjual ayam utuh di atas plafon harga untuk menutupi biaya mereka.
Menyusul larangan ekspor, Singapura mengumumkan akan mendatangkan ayam dari tempat lain, termasuk Indonesia dan Thailand. SFA mengumumkan pada 30 Juni telah menambahkan Indonesia sebagai sumber baru impor ayam dingin, beku, dan olahan.
Bulan lalu, Kementan mengatakan, produksi daging ayam Indonesia sepanjang 2022 diperkirakan mencapai 5,9 juta ton. Kebutuhan daging ayam di dalam negeri diperkirakan mencapai 5,3 juta ton tahun ini. Ini berarti akan ada surplus bulanan rata-rata sekitar 50.000 ton.